DENPASAR — Lapangan Puputan Badung akan berubah menjadi pusat keramaian selama lima hari penuh. Festival Rakyat 2026 yang digagas kolaborasi tiga pilar—TNI, pemerintah daerah, dan swasta—menyasar seluruh lapisan masyarakat dengan konsep hiburan yang inklusif.
Acara dimulai pukul 16.00 WITA hingga dini hari. TVRI Bali ditunjuk sebagai pemegang hak siar resmi, sementara PLN UID Bali memastikan pasokan listrik selama pertandingan berlangsung. Layar lebar dipasang di tengah lapangan untuk menyiarkan laga-laga krusial Piala Dunia 2026.
Puluhan UMKM binaan Bank Indonesia, Kadin Bali, serta Pemerintah Provinsi dan Kota Denpasar mengisi bazaar. Perum Bulog turut berpartisipasi dengan menggelar pasar murah, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ketua Kadin Bali I Made Ariandi menyebut kegiatan ini sebagai momentum menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Ketua Panitia Ketut Angpriwibawa merinci rangkaian acara sampingan yang tak kalah menarik. Pengunjung bisa mengikuti yoga bersama, donor darah, cek kesehatan gratis, hingga arena permainan anak. Salah satu spot yang diprediksi ramai adalah pojok foto berlatar Alutsista (alat utama sistem senjata) TNI, memberikan pengalaman visual yang unik bagi pengunjung.
Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, semangat Vasudhaiva Kutumbhakam—bahwa semua adalah saudara—menjadi fondasi acara. "Gelaran kolaborasi ini akan memberi manfaat terbaik bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan sportivitas sekaligus menciptakan ruang kebersamaan yang positif.
Selain nobar, panggung utama akan diisi pementasan dance modern dan penampilan belasan musisi. Kompetisi game yang digelar oleh Esports Indonesia (ESI) Denpasar juga disiapkan untuk menjaring generasi muda. Pihak panitia mengajak seluruh warga Kota Denpasar dan sekitarnya untuk hadir menikmati rangkaian acara yang semuanya gratis. (ist)