BALI — MetLife Stadium akan menjadi saksi puncak perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Stadion berkapasitas 82.500 penonton ini merupakan venue kedelapan yang menjadi tuan rumah final Piala Dunia di kawasan CONCACAF, setelah sebelumnya Meksiko mendapat kehormatan serupa pada 1970 dan 1986 di Estadio Azteca. Amerika Serikat sendiri terakhir kali menjadi tuan rumah partai puncak pada 1994, saat Brasil mengalahkan Italia di Rose Bowl, Pasadena.
Final 2026 mencatat rekor unik: jarak hanya 1.309 hari sejak Argentina mengangkat trofi di Qatar pada Desember 2022. Ini adalah jeda terpendek antara dua final Piala Dunia dalam 96 tahun sejarah turnamen. Perubahan kalender terjadi karena Piala Qatar digelar di tengah musim, sementara edisi 2026 kembali ke jadwal musim panas tradisional.
FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino memberikan restu penuh pada konsep "Amerika" untuk partai puncak. Babak kedua akan lebih panjang dari final-final sebelumnya untuk mengakomodasi konser musik di jeda pertandingan. Penonton di Inggris yang menyaksikan via BBC One dan ITV1 dipastikan tidak akan mendapatkan siaran konser tersebut, melainkan langsung ke analisis studio.
MetLife Stadium menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk final. Empat dari lima laga grup di stadion ini melibatkan tim yang pernah menjadi juara dunia. Dengan kapasitas yang masuk kategori elite NFL, stadion ini beroperasi dengan nama komersial New York New Jersey Stadium untuk kepentingan FIFA.
Final 2026 akan dimulai pukul 15.00 Eastern Time (ET) atau pukul 14.00 WIB. Bagi pemirsa di Indonesia, pertandingan dapat disaksikan melalui platform streaming resmi yang memegang hak siar Piala Dunia 2026. Tiket pertandingan final diperkirakan menjadi yang termahal dalam sejarah turnamen, seiring dengan lonjakan permintaan global dan kapasitas stadion yang terbatas.