TABANAN — Sebanyak 439 petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan resmi dilepas untuk memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memimpin langsung prosesi pelepasan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin lalu.
Ribuan data dari sektor usaha, industri, dan perdagangan di seluruh kecamatan akan dikumpulkan dalam beberapa pekan ke depan. Petugas yang diterjunkan terdiri dari pengawas, koordinator lapangan, hingga pencacah yang tersebar di 10 kecamatan se-Tabanan.
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa keberadaan data ekonomi yang lengkap, akurat, presisi, dan mutakhir merupakan instrumen yang sangat penting. Data ini akan menjadi fondasi dalam mendukung langkah-langkah strategis pembangunan daerah.
“Tanpa data yang valid, kebijakan yang kita ambil bisa meleset. Sensus ini bukan sekadar formalitas, tapi kebutuhan mendesak agar setiap program pembangunan tepat sasaran,” ujar Sanjaya dalam sambutannya.
Para petugas sensus akan mendatangi rumah tangga, tempat usaha mikro hingga perusahaan besar di seluruh Tabanan. Pendataan mencakup jenis usaha, jumlah tenaga kerja, omzet, hingga aset yang dimiliki pelaku ekonomi.
BPS Tabanan mencatat, jumlah unit usaha di kabupaten ini terus bertambah setiap tahun, terutama di sektor perdagangan dan pariwisata. Data terbaru diharapkan bisa memotret potensi ekonomi yang selama ini belum terdata secara optimal.
Kepala BPS Tabanan menyebutkan, seluruh proses pendataan ditargetkan rampung pada November 2026. Hasil sensus akan diolah dan dipublikasikan sebagai bahan utama musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tahun depan.
Pemerintah daerah berharap data ini bisa dimanfaatkan untuk mengukur kesenjangan ekonomi antarwilayah. Dengan begitu, alokasi anggaran untuk infrastruktur, bantuan UMKM, dan program pengentasan kemiskinan bisa lebih terukur.
Empat ratus tiga puluh sembilan petugas kini mulai bergerak ke lapangan. Mereka membawa tablet dan formulir digital, menggantikan metode kertas yang digunakan pada sensus sebelumnya.