Pasang Panel Surya di Kapal Pengangkut Minyak, Pertamina Hemat Solar 28 Kiloliter per Tahun

Penulis: Feri Andika  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 21:12:01 WIB
Pertamina resmi pasang panel surya di kapal pengangkut minyak untuk efisiensi energi.

BALI — JAKARTA — Pertamina resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atas Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Pemasangan dilakukan di galangan kapal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (11/6/2026).

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, yang memantau langsung proses instalasi, menegaskan bahwa inisiatif ini membuktikan dedieselisasi bisa merambah sektor maritim.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung.

Kapal Berlayar Enam Jam Pakai Tenaga Matahari

Sistem yang dipasang menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. Energi yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan daya auxiliary engine kapal.

Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan bahwa panel surya tersebut mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. “Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ujar John.

Kolaborasi Tiga Entitas Pertamina

Proyek ini menjadi contoh nyata sinergi internal holding BUMN migas. PNRE bertindak sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, dan PIS sebagai induk usaha yang mendukung pendanaan serta strategi bisnis.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi sektor maritim Pertamina. Menurutnya, selain penerapan perangkat penghemat energi, pemanfaatan tenaga surya membuka peluang baru bagi operasional pelayaran yang lebih rendah karbon.

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” pungkas Eka.

Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat, dengan menekan emisi di seluruh lini bisnis — dari hulu hingga hilir, dari darat hingga laut.

Reporter: Feri Andika
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top