Kebakaran Hanguskan 18 Ruko di Pasar Sungai Pinyuh, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Penulis: Feri Andika  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 10:38:31 WIB
Kebakaran melanda 18 ruko di Pasar Sungai Pinyuh dengan kerugian mencapai Rp 2 miliar.

BALI — Kobaran api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 17.45 WIB di Jalan Pasar Pagi, Kelurahan Sungai Pinyuh. Kepulan asap tebal muncul dari sela ruko nomor 34 dan 35, tepat di samping usaha laundry, sebelum api membesar dan merambat deret bangunan lainnya dalam waktu singkat.

Material Kayu Mempercepat Perambatan Api

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Mempawah, BPAS Sungai Pinyuh, dan gabungan unit pemadam dari Kota Pontianak serta perusahaan swasta dikerahkan. Sekitar 40 armada diterjunkan, namun akses jalan pasar yang sempit menghambat mobilitas mobil pemadam ke titik pusat api.

Proses pemadaman berlangsung hampir tiga jam. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 20.40 WIB. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersembunyi di puing-puing bangunan kayu.

Belasan Usaha Ludes, Tak Ada Korban Jiwa

Ruko yang terbakar mencakup usaha bakmi, jasa ekspedisi, toko sembako, toko sepatu, laundry, warung kopi, toko pakaian, toko obat, usaha kopi bubuk, tukang gigi, toko emas, dan rumah tinggal warga. Sebagian besar bangunan merupakan ruko lama dengan konstruksi kayu dan menyimpan barang mudah terbakar, mempercepat perambatan api.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian material masih dalam pendataan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Andi Syamsuddin, saat dihubungi Suara Pontianak. Namun, data awal dari lapangan menunjukkan nilai kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Tim Polsek Sungai Pinyuh bersama Polres Mempawah masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik dari instalasi kabel bertegangan tinggi yang sudah berusia tua.

Warga sekitar mengaku sering melihat kabel-kabel di kawasan pasar yang sudah mengelupas dan tidak tertata rapi. “Sudah sering kami lapor ke PLN, tapi belum ada perbaikan total,” kata Hasan, pemilik salah satu ruko yang selamat dari si jago merah.

Pemkab Mempawah Janjikan Bantuan

Pemerintah Kabupaten Mempawah berencana memberikan bantuan sementara bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Mempawah, Siti Rahmawati, menyatakan akan menyediakan lokasi relokasi darurat di area parkir pasar.

“Kami koordinasikan dengan BPBD untuk data pasti jumlah korban dan kebutuhan mendesak. Bantuan logistik akan disalurkan dalam 1x24 jam,” ujar Siti. Ia menambahkan, evaluasi terhadap instalasi listrik di seluruh kawasan pasar akan dilakukan pekan depan bersama PLN.

Reporter: Feri Andika
Back to top