Disdik Tabanan Petakan Potensi Krisis Siswa Baru di SMPN 5 Pupuan, Cegah Sekolah Pedesaan Mati Suri

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 14:23:08 WIB
Disdik Tabanan memetakan potensi krisis siswa baru di SMPN 5 Pupuan jelang tahun ajaran baru.

TABANAN — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan mulai memasang radar waspada. Menjelang tahun ajaran baru, Disdik gencar memetakan sejumlah sekolah yang berpotensi mengalami penurunan drastis jumlah siswa baru.

SMPN 5 Pupuan Masuk Zona Merah

SMPN 5 Pupuan menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian khusus. Lokasinya yang berada di kawasan perdesaan terpencil menjadi faktor utama minimnya pendaftar.

Disdik Tabanan khawatir jika tren ini berlanjut, sekolah tersebut bisa mengalami mati suri—istilah untuk sekolah yang tak lagi memiliki siswa sama sekali.

Pemetaan Dilakukan Sejak Awal Tahun

Proses pemetaan potensi krisis siswa baru ini sudah dimulai sejak awal tahun. Disdik mengumpulkan data demografi dan jumlah lulusan SD di sekitar wilayah Pupuan.

Hasil sementara menunjukkan bahwa jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut terus menurun. Urbanisasi dan rendahnya angka kelahiran disebut sebagai dua penyebab utama.

Apa Langkah Disdik Selanjutnya?

Disdik Tabanan belum memutuskan langkah konkret untuk menyelamatkan SMPN 5 Pupuan. Namun, opsi penggabungan sekolah atau program afirmasi khusus tengah dikaji.

Pihak dinas juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Tujuannya, mencari cara agar warga tidak memilih menyekolahkan anaknya ke luar daerah.

Fenomena Sekolah Mati Suri di Daerah

Fenomena sekolah mati suri bukan hal baru di Indonesia. Beberapa daerah di Jawa dan Bali sudah melaporkan kasus serupa dalam lima tahun terakhir.

Disdik Tabanan berharap pemetaan dini bisa mencegah nasib serupa menimpa SMPN 5 Pupuan. Tahun ajaran baru akan menjadi ujian nyata apakah upaya ini berhasil atau tidak.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top