TABANAN — Anggaran sebesar Rp800 juta itu akan didistribusikan kepada atlet pelajar yang mengharumkan nama daerah di ajang Porjar Bali 2026. Kebijakan ini diambil setelah melalui pembahasan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan dengan pihak terkait. Besaran bonus untuk masing-masing peraih medali masih dalam tahap finalisasi.
Pemkab Tabanan tidak hanya menyiapkan bonus, tetapi juga merancang program pembinaan jangka panjang. Target 55 medali emas menjadi patokan utama dalam setiap sesi latihan dan seleksi atlet. Dinas Pendidikan akan memetakan cabang olahraga unggulan yang potensial menyumbang medali terbanyak.
Bonus ini diharapkan menjadi motivasi ekstra bagi pelajar untuk berlatih lebih keras. Selama ini, banyak atlet muda berbakat yang terkendala biaya dan fasilitas. Dengan adanya jaminan bonus, orang tua dan sekolah diharapkan lebih mendukung penuh karier olahraga anak-anak mereka.
Dinas Pendidikan Tabanan akan menggelar seleksi di tingkat kecamatan dan sekolah. Para pelajar yang lolos akan mengikuti pemusatan latihan (pelatda) secara intensif. Jadwal pelatda akan disesuaikan dengan kalender akademik agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Pihak Dinas Pendidikan akan segera merilis petunjuk teknis pendaftaran dan kriteria penerima bonus. Sosialisasi ke seluruh sekolah menengah pertama dan atas di Tabanan ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan. Pemkab juga membuka ruang konsultasi bagi pelajar yang ingin mengetahui lebih detail skema pembinaan ini.