BALI — Kepulangan pelatih berjuluk The Special One ke Santiago Bernabeu sudah di depan mata. Mourinho, yang kini berusia 63 tahun, akan mengisi kursi yang ditinggalkan Alvaro Arbeloa, yang baru menjabat sejak Januari lalu setelah Xabi Alonso hengkang.
Namun, ada satu syarat krusial yang membuat kepastian ini masih menggantung. Kontrak Mourinho hanya akan berlaku jika presiden petahana, Florentino Perez, tetap menjabat setelah pemilihan presiden klub.
Perez mengumumkan pemilihan tersebut dalam konferensi pers luar biasa awal bulan ini. Dalam kesempatan itu, pria 79 tahun itu melontarkan kritik kepada jurnalis dan La Liga, serta menyebut adanya "kampanye terorganisir" yang menyerang dirinya.
Ini adalah pemilihan presiden pertama dalam 20 tahun yang menghadirkan penantang. Pengusaha energi terbarukan, Enrique Riquelme, maju melawan Perez, meskipun Perez diperkirakan tetap akan memenangkan suara. Perez telah menjabat sejak 2009 dan sebelumnya pernah memimpin klub antara 2000 hingga 2006.
Keputusan ini diambil di tengah situasi genting. Los Blancos kembali menutup musim 2025-26 tanpa trofi—dua musim beruntun paceklik gelar. Rival abadi Barcelona merebut gelar La Liga setelah menang 2-0 di El Clasico, sementara langkah Madrid di Liga Champions terhenti di perempat final setelah kalah agregat 6-4 dari Bayern Munich.
Lebih dari sekadar hasil di lapangan, ruang ganti Madrid dikabarkan retak. Terjadi perkelahian antarpemain. Vinicius Jr disebut berhasil mendapatkan keinginannya saat Alonso dipecat, sementara Kylian Mbappe dinilai tidak dicintai dan seperti "tubuh asing" di klub.
Analisis internal melihat Mourinho sebagai solusi. Filosofi manajerialnya—mentalitas kepung, bingkai kita-lawan-dunia, dan menjadikan media sebagai musuh—dianggap sangat cocok dengan iklim yang dibangun Perez selama bertahun-tahun. Seorang presiden yang sangat kritis terhadap wasit dan yakin media ingin menghancurkannya akhirnya menemukan pelatih ideal.
Mourinho meninggalkan perannya sebagai manajer Benfica, yang ia tangani sejak September lalu dan membawa tim finis di posisi ketiga Primeira Liga musim ini. Sebelumnya, ia juga sempat menangani Fenerbahce, Roma (menjuarai Europa Conference League 2022), Tottenham, Manchester United, dan Chelsea.
Dalam periode pertamanya di Real Madrid antara 2010 hingga 2013, Mourinho berhasil memenangkan La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Kini, ia kembali dengan reputasi sebagai "tinju besi" yang diharapkan bisa mengembalikan otoritas, identitas, dan kendali emosional skuad yang terpecah.