GIANYAR — Rumor perburuan pemain di bursa transfer Liga 1 kian memanas. Bali United disebut-sebut tengah memantau situasi kontrak Ragnar Oratmangoen yang akan memasuki tahun terakhirnya di FCV Dender. Jika tidak ada perpanjangan, pemain berposisi sayap itu bisa berganti klub dengan status bebas transfer atau negosiasi lebih murah pada bursa mendatang.
Sepanjang musim 2024/2025, Ragnar mencatatkan 18 penampilan di semua kompetisi bersama FCV Dender. Dari jumlah tersebut, ia hanya dua kali menjadi starter. Sisanya, ia masuk dari bangku cadangan.
Kontribusinya tercatat dua gol dan satu assist. Catatan itu membuat manajemen klub Belgia belum juga membuka pembicaraan perpanjangan kontrak secara serius. Situasi ini membuka celah bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk bergerak.
Ragnar lahir di Belanda dan memulai karier profesional di NEC Nijmegen. Ia kemudian memperkuat tim muda FC Groningen, Cambuur, dan TOP Oss sebelum akhirnya hijrah ke Belgia pada 2023. Namanya mulai dikenal luas setelah membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bagi Bali United, merekrut pemain dengan pengalaman Eropa dan status pemain tim nasional menjadi nilai jual tersendiri. Apalagi, kompetisi domestik musim depan diprediksi makin ketat dengan kehadiran beberapa klub yang juga berburu pemain keturunan.
Meski rumor ini beredar, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak. Manajemen Bali United masih bungkam soal target transfer. Satu hal yang pasti, regulasi pemain asing di Liga 1 membatasi jumlah pemain naturalisasi keturunan di setiap klub.
Jika negosiasi berjalan, skema pinjaman dengan opsi pembelian bisa menjadi opsi realistis. FCV Dender tidak akan rugi jika melepas pemain yang kontraknya tersisa setahun dengan nilai transfer yang masih wajar.
Keputusan akhir tetap ada di tangan Ragnar. Apakah ia memilih bertahan di Eropa atau menerima tantangan baru di kompetisi yang pamornya terus naik, termasuk di mata penggemar sepak bola Tanah Air.