NEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana melalui Dinas Pertanian dan Pangan mengambil langkah proaktif jelang Hari Raya Idul Adha. Tim medis diterjunkan untuk memeriksa kondisi fisik puluhan kambing yang merupakan bantuan untuk warga, memastikan hewan tersebut sehat dan layak dijadikan kurban.
Pemeriksaan tidak hanya bersifat visual. Dokter hewan dari dinas terkait melakukan sejumlah tes, mulai dari pengecekan suhu tubuh, kondisi mulut dan kuku, hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi penyakit berbahaya seperti antraks dan brucellosis. “Kami pastikan hewan yang akan dikurbankan bebas dari penyakit menular dan cacat fisik yang diatur syariat,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Suasta.
Puluhan kambing yang diperiksa merupakan bagian dari program bantuan hewan kurban Pemkab Jembrana. Hewan-hewan ini rencananya akan disalurkan ke sejumlah pura, panti asuhan, dan lokasi ibadah lain di sembilan kecamatan. Langkah ini diambil agar pemerataan hewan kurban bisa dirasakan hingga ke pelosok desa.
Selain memeriksa hewan bantuan, Pemkab Jembrana juga mengimbau panitia kurban di tingkat desa dan banjar untuk melaporkan hewan yang akan dipotong. “Kami buka posko pengaduan dan pemeriksaan gratis. Jangan sampai ada hewan sakit yang lolos ke tangan masyarakat,” tegas Suasta.
Tim medis juga memberikan vitamin dan obat cacing secara massal. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi stres dan gangguan pencernaan pada hewan yang menempuh perjalanan jauh dari peternak ke lokasi penampungan. Sebagian kambing bantuan didatangkan dari luar daerah Jembrana untuk memenuhi kuota kebutuhan kurban.
Pemkab Jembrana menargetkan pemeriksaan kesehatan rampung tiga hari sebelum Idul Adha. Warga yang akan berkurban secara mandiri juga diimbau untuk memeriksakan hewannya di posko-posko yang telah disediakan di setiap puskesmas hewan kecamatan.