DENPASAR — Victor Nera Umardicha dan Zachary Griffin Handoko, dua siswa SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar, sukses menyabet Juara II di kompetisi Codeavour 7.0. Ajang bergengsi di bidang pemrograman, AI, dan robotika itu berlangsung di Dubai.
Keduanya menciptakan proyek berbasis AI dan robotika yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Meski detail teknis proyek belum diungkap secara rinci, karya mereka dinilai unggul oleh dewan juri internasional dalam hal kreativitas dan implementasi teknologi.
Codeavour 7.0 sendiri merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan pelajar dari seluruh dunia untuk memamerkan solusi inovatif berbasis teknologi. Victor dan Zachary menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang masuk jajaran pemenang.
Sebelum terbang ke Dubai, Victor dan Zachary telah melewati serangkaian seleksi ketat di tingkat nasional. Mereka mengikuti pelatihan intensif di sekolah, termasuk bimbingan dari guru pembimbing robotika SMA Katolik St. Yoseph Denpasar.
Kepala sekolah setempat menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari kerja keras siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah. "Kami sangat bangga. Ini membuktikan bahwa siswa Indonesia mampu bersaing di level global," ujar perwakilan sekolah dalam keterangan yang diterima.
Prestasi Victor dan Zachary diharapkan menjadi pemicu bagi pelajar lain di Bali untuk lebih serius menekuni bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Selama ini, minat terhadap robotika dan AI di sekolah-sekolah menengah atas di Denpasar terus meningkat, namun belum banyak yang menembus kompetisi internasional.
Keberhasilan ini juga menjadi angin segar bagi ekosistem pendidikan teknologi di Indonesia. Pihak sekolah berencana mengembangkan program pembinaan serupa agar lebih banyak siswa berprestasi di kancah global.
Codeavour 7.0 diikuti oleh ratusan tim dari puluhan negara. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan coding, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah nyata melalui teknologi. Victor dan Zachary berhasil membuktikan bahwa inovasi dari Denpasar layak diperhitungkan di pentas internasional.