GIANYAR — Data harga pangan terkini di Bali per 19 Mei 2026 menunjukkan fluktuasi harga pada sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan pantauan dari Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura), harga cabai rawit merah masih menjadi yang tertinggi di kategori bumbu dapur, sementara harga daging sapi has luar memimpin di kelompok protein hewani.
Di antara komoditas bumbu, cabai rawit merah menempati posisi termahal dengan harga Rp72.565 per kilogram. Angka ini jauh di atas cabai merah besar yang dibanderol Rp41.674 per kilogram. Untuk kebutuhan pokok lainnya, bawang merah dijual Rp34.920 dan bawang putih Rp31.848 per kilogram.
Gula pasir kemasan merek Gulaku atau sejenisnya tercatat Rp18.311 per kilogram, sementara minyak goreng berada di kisaran Rp21.337 per kilogram.
Harga beras di Bali masih menunjukkan rentang yang cukup lebar. Beras super I menjadi yang paling mahal dengan harga Rp16.757 per kilogram, disusul beras premium Rp15.617, dan beras medium Rp14.664. Untuk kebutuhan rumah tangga, beras SPHP yang merupakan program pemerintah masih menjadi pilihan paling murah di angka Rp11.653 per kilogram. Sementara itu, tepung terigu Segitiga Biru dijual sekitar Rp12.315 per kilogram.
Di kelompok protein hewani, daging sapi has luar menjadi yang termahal dengan harga Rp124.059 per kilogram. Daging babi tercatat Rp85.907 per kilogram, sementara daging ayam ras dijual Rp41.022 per kilogram. Untuk lauk alternatif, telur ayam ras dibanderol Rp28.883 dan ikan tongkol Rp36.659 per kilogram.
Untuk sayuran, kangkung menjadi komoditas termurah di angka Rp6.343 per kilogram, sementara kacang panjang dijual Rp12.478 per kilogram. Di kategori buah, pisang ambon tercatat Rp17.302 dan jeruk lokal Rp16.522 per kilogram.
Data ini dihimpun dari situs resmi Sigapura yang menjadi acuan harga pangan utama di Provinsi Bali. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum berbelanja di pasar tradisional maupun modern.