Permintaan SKKH di Tabanan Tembus 10.000 Jelang Iduladha, Ternak Dikirim ke Luar Bali

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 18:54:01 WIB
Permintaan SKKH di Tabanan mencapai 10.000 sejak Februari hingga Mei 2026.

TABANAN — Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mencatat lonjakan permintaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang tidak biasa dalam empat bulan terakhir. Sejak Februari hingga Mei 2026, total permohonan mencapai 10.000, padahal pada periode normal hanya ratusan permohonan yang masuk dalam dua bulan.

Kabid Ternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan I Gede Eka Parta Ariana mengungkapkan, tren kenaikan sudah terlihat sejak Februari dan terus meningkat signifikan pada Maret hingga Mei. "Sejak Februari sudah ada peningkatan. Ada sampai 10.000 sejak Februari," ujarnya.

Mengapa Permintaan SKKH Melonjak?

Menurut Parta Ariana, tingginya permintaan SKKH didorong oleh aktivitas pengiriman ternak antar pulau yang gencar dilakukan para pengusaha. Tabanan menjadi salah satu titik transit utama pengiriman ternak di Bali. Sebanyak enam titik transit tersebar di Kecamatan Baturiti dan Kediri. Dari titik-titik ini, ternak dikirim ke luar daerah setelah mengantongi SKKH sebagai syarat wajib.

"Banyak pengusaha transit di Tabanan, sehingga pengurusan SKKH dilakukan di sini meskipun ternaknya tidak semua berasal dari Tabanan," jelas Parta Ariana.

Kuota Pengiriman Ternak dan Pengawasan Hewan Kurban

Pemerintah Provinsi Bali membatasi pengiriman sapi keluar daerah melalui kuota. Untuk tahun ini, kuota pengiriman diperkirakan mencapai sekitar 50.000 ekor sapi. Jika kuota terpenuhi, maka pengiriman akan dihentikan sementara. Parta Ariana menegaskan, pengiriman biasanya dimaksimalkan saat Iduladha.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Tabanan mulai mempersiapkan pengawasan kesehatan hewan kurban. Sekitar 18 dokter hewan disiagakan, dibantu organisasi profesi, untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di sekitar 25 titik pemotongan di Tabanan. "Biasanya akan bertambah lokasinya di H-2. Kami terus pantau," tandas Parta Ariana.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: nusabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top