DENPASAR — Wacana besar mengubah wajah perekonomian Bali kembali mengemuka. Bali Post edisi Sabtu (16/5) memberitakan rencana menjadikan Pulau Dewata sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) keuangan dunia. Meski diakui sebagai peluang transformasi ekonomi, sejumlah kalangan mengingatkan adanya risiko ketimpangan sosial dan lonjakan harga properti.
Kritik juga menyoroti potensi kerusakan lingkungan dan budaya Bali jika wacana ini tidak diarahkan dengan benar. Para pengamat mendorong agar pembangunan ekosistem keuangan ini tetap berbasis harmoni lingkungan dan budaya lokal, bukan semata-mata mengejar investasi dan transaksi finansial.
Di sektor transportasi, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat koordinasi dengan para pelaku usaha taksi pada Kamis (14/5). Pertemuan di Ruang Rapat Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar itu bertujuan mendengar langsung keluhan pengusaha sekaligus mempercepat program elektrifikasi kendaraan umum.
Koster menegaskan bahwa sistem transportasi di Bali harus modern dan ramah lingkungan untuk menjaga statusnya sebagai destinasi pariwisata dunia. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di Bali.
Masih dalam agenda yang sama, Gubernur Koster melakukan kunjungan resmi ke Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, H.E. Zhang Zhisheng, Kamis petang. Keduanya membahas penguatan hubungan bilateral di sejumlah sektor strategis.
Pembahasan mencakup pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), digitalisasi layanan publik, hingga pengembangan ekspor komoditas pertanian Bali ke pasar Tiongkok. Isu keamanan warga negara asing di Bali juga turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mendorong Bali menjadi pusat sport tourism nasional dan internasional. Hal ini disampaikan usai melantik Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Bali masa bakti 2026-2030, Jumat (15/5).
Menurut Marciano, potensi wisata olahraga di Bali sangat besar. Daya tarik alam dan infrastruktur pendukung dinilai mampu menarik atlet serta peserta event olahraga kelas dunia untuk menjadikan Bali sebagai tuan rumah.
Beralih ke peristiwa kriminal, jasad pria misterius (Mr. X) yang ditemukan terkubur dekat pura di Banjar Cabe, Abiansemal, mulai terkuak. Polisi menduga korban bernama Dean (25), seorang pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas korban dan mengungkap motif di balik penemuan jasad tersebut. Tidak disebutkan secara rinci kronologi penemuan maupun perkembangan penyidikan terbaru dalam pemberitaan Bali Post edisi hari ini.