DENPASAR — Titik awal cuaca ekstrem terpantau di Kabupaten Gianyar dan diprediksi meluas ke hampir seluruh wilayah Pulau Dewata. BMKG mengimbau masyarakat di delapan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Kabupaten Tabanan menjadi daerah dengan cakupan terluas. Seluruh kecamatan—dari Selemadeg Raya hingga Pupuan—berpotensi terdampak. Sementara di Kabupaten Badung, tiga kecamatan masuk zona peringatan: Mengwi, Abiansemal, dan Petang.
Di Gianyar, titik awal cuaca ekstrem, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring, Ubud, Tegallalang, dan Payangan. Kabupaten Klungkung juga masuk daftar, termasuk kawasan wisata Nusa Penida.
Adapun daerah lain yang masuk peringatan dini adalah Kabupaten Bangli (Susut, Bangli, Tembuku), Karangasem (Rendang, Sidemen, Manggis, Selat), dan Jembrana yang fokus di Kecamatan Pekutatan.
BMKG mencatat suhu di Bali berada di kisaran 24–32 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, mencapai 99 persen. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan ekstrem ini menjadi pemicu utama terbentuknya awan konvektif yang membawa hujan lebat dan angin kencang secara tiba-tiba.
Masyarakat pesisir dan pengguna jalan diminta berhati-hati terhadap potensi angin kencang yang bisa muncul mendadak. Bagi wisatawan yang berencana melakukan aktivitas outdoor atau pendakian, BMKG menyarankan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG atau portal berita daerah setempat.
Potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, genangan air, hingga banjir luapan perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan drainase kurang baik atau di kawasan perbukitan yang rawan longsor.