BULELENG — Sekda Bali Dewa Made Indra menegaskan bahwa upaya penurunan kemiskinan di Bali tidak boleh berjalan seperti biasa. Ia mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan percepatan agar angka kemiskinan dapat turun secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat.
“Penurunan kemiskinan tidak boleh berjalan seperti biasa. Kita harus melakukan percepatan agar angka kemiskinan dapat turun secara signifikan dalam waktu yang lebih cepat,” tegasnya dalam rapat yang diikuti Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna selaku Ketua TKPK Buleleng, beserta Kepala Bappeda dan Kepala DPMDPPKB Buleleng di ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng.
Berdasarkan data terbaru, persentase penduduk miskin di Provinsi Bali tercatat sebesar 3,42 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4 persen, sekaligus menempatkan Bali sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah secara nasional.
Meski demikian, Sekda Dewa Indra mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia menegaskan kemiskinan tetap harus ditekan hingga angka yang semakin rendah melalui kerja sama lintas sektor, baik dari aspek kelembagaan, penganggaran, maupun pelaksanaan program.
Dalam arahannya, Sekda Dewa Indra memaparkan tiga strategi utama yang menjadi fokus pengentasan kemiskinan di Bali. Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif, serta perluasan peluang usaha.
Kedua, mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui berbagai program bantuan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Ketiga, memfokuskan intervensi pada kantong-kantong kemiskinan agar program penanggulangan dapat lebih tepat sasaran.
Provinsi Bali saat ini mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai satu-satunya provinsi yang menjadi pilot project program digitalisasi untuk seluruh kabupaten dan kota. Kesempatan ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain keberhasilan dalam penurunan kemiskinan, Bali juga mencatat prestasi dalam penanganan stunting. Beberapa kabupaten dan kota di Bali berhasil meraih penghargaan tingkat nasional atas kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting.
Sekda Dewa Indra menekankan bahwa sinergi yang selama ini telah terbangun antara TKPK Provinsi Bali dan kabupaten/kota perlu terus diperkuat melalui evaluasi dan penyelarasan program. Rapat koordinasi ini tidak hanya merupakan agenda rutin tahunan, tetapi juga wujud komitmen pemerintah provinsi dalam memantapkan program penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2020 tentang Tata Kerja dan Penyelarasan Kerja serta Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia TKPK Provinsi dan TKPK Kabupaten/Kota.
Mengakhiri arahannya, Sekda Dewa Indra mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan. Dengan kerja bersama yang terintegrasi dan berkelanjutan, Bali diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata serta mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Bali.