BALI — Setelah menguji Changan Deepal S07 di jalan raya, kesan yang paling menonjol justru bukan soal performa listriknya, melainkan betapa sulitnya mencari alasan konkret untuk memilihnya ketimbang pesaing. SUV listrik ini dijual Rp619 juta OTR Jakarta per Juli 2026, hanya Rp10 juta lebih murah dari BYD Sealion 7 Premium, dan bersaing ketat dengan Xpeng G6 Pro serta Mazda CX-5 bensin. Kabinnya memang paling ramah di kelasnya, tapi keunggulan itu belum cukup jadi pembeda yang meyakinkan.
Uji kendara Changan Deepal S07 berlangsung dalam kondisi lalu lintas Jakarta dan sekitarnya, mencakup jalan tol, arteri padat, dan beberapa ruas bergelombang. Satu-satunya varian yang dipasarkan di Indonesia dibanderol Rp619 juta OTR Jakarta per Juli 2026, dirakit di dalam negeri, dan didistribusikan lewat Indomobil dengan target keluarga muda. Pengiriman unit konsumen baru berjalan sejak Februari 2026, sementara jaringan diler ditargetkan menyentuh 20 titik hingga akhir tahun.
Di antara dua pesaing listrik terdekatnya, S07 memang paling murah. BYD Sealion 7 Premium dipatok Rp629 juta, sedangkan Xpeng G6 Pro berada di Rp679 juta. Selisih Rp10 juta dari Sealion 7 terlalu tipis untuk jadi alasan tunggal memilih S07.
Pembeli yang masih ragu soal kenyamanan mobil listrik punya opsi lain. Mazda CX-5 Sport Edition berbahan bakar bensin dijual Rp599 juta, lebih murah Rp20 juta dari S07. Artinya, S07 harus menang lewat fitur dan pengalaman kabin, bukan lewat harga.
Pandangan pertama ke bodi S07 tidak langsung memikat. Detail baru muncul saat mobil dilihat dari berbagai sudut: lampu siang starleaf DRL, LED Star Flame Tail Light, gagang pintu rata bodi yang menyembul otomatis, serta pintu tanpa bingkai. Velg aloi 20 inci dibalut ban 255/45 R20.
Dimensinya 4.750 x 1.930 x 1.625 mm dengan jarak sumbu roda 2.900 mm dan ground clearance 165 mm saat kosong. Changan mengklaim proporsi bodi mengikuti rasio emas. Soal selera, desainnya tergolong berani tanpa berlebihan.
Masalahnya, SUV listrik berbentuk kotak dengan lampu futuristik sudah terlalu banyak di pasar. Bagi pembeli keluarga, bentuk yang "aman" seperti ini justru nilai tambah. Bagi yang mencari pembeda, justru di sinilah persoalannya.
Pintu terbuka otomatis saat pengemudi mendekat, lalu perintah suara Deepal menyapa penghuni kabin. Kursi berlapis kulit dengan memori tiga posisi, konsol tengah lapang, dan layar sentuh 15,6 inci jadi kombinasi yang langsung terasa saat pertama duduk.
Baris kedua lega, dengan ruang kaki yang cukup untuk penumpang dewasa. Untuk keluarga muda yang sering membawa anak dan barang bawaan, kabin S07 termasuk paling ramah di rentang harganya.
Satu motor listrik di roda belakang memuntahkan 160 kW atau sekitar 215 hp dengan torsi 320 Nm. Baterai NMC berkapasitas 79,97 kWh menyimpan energinya. Klaim jarak tempuh 475 km versi WLTP dan 560 km versi NEDC — keduanya hasil uji laboratorium, jadi angka di jalan macet realistis lebih rendah.
Penggerak roda belakang memberi karakter kemudi yang terasa ringan di kecepatan rendah dan cukup stabil di tol. Torsi 320 Nm membuat akselerasi awal responsif, khas mobil listrik. Namun untuk penilaian konsumsi energi real-world yang presisi, diperlukan pengujian terukur lebih panjang.
S07 unggul di kabin, ruang, dan teknologi yang menyapa penghuninya. Tapi kekurangan terbesarnya bukan pada mobil, melainkan pada alasan membelinya: pembeda dari kompetitor masih tipis, dan selisih harga dari Sealion 7 terlalu kecil untuk jadi penentu.
Cocok buat Anda yang menomorsatukan kenyamanan kabin keluarga dan ingin EV termurah di kelasnya. Kurang cocok buat yang mencari karakter berkendara khas atau pembeda jelas dari merek China lain — untuk kebutuhan itu, pertimbangkan test drive Sealion 7 dan G6 Pro lebih dulu.