Asus Klaim ROG Ally Kuasai 80% Pasar Konsol Handheld Indonesia

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:54:01 WIB
Asus mengklaim lini ROG Ally menguasai 80 persen pasar konsol handheld Indonesia berdasarkan riset internal pada paruh pertama 2026.

BALI — Asus mengklaim lini ROG Ally menguasai 80% pangsa pasar konsol gaming handheld di Indonesia berdasarkan survei internal perusahaan pada paruh pertama 2026. Klaim itu disampaikan Brama Setyadi, Head of Digital & PR Asus Indonesia, di sela acara hands-on ROG Xbox Ally X20. Dominasi tersebut datang saat kompetisi handheld makin ketat, dari Lenovo Legion Go hingga Steam Deck yang tidak dijual resmi di Tanah Air.

Empat dari lima konsol handheld yang terjual di Indonesia sepanjang paruh pertama 2026 merupakan produk ROG Ally. Angka itu berasal dari riset internal Asus terhadap sejumlah penjual perangkat handheld gaming di dalam negeri.

"Kita melakukan riset kecil-kecilan ke yang menjual handheld gaming. Sampai first half 2026 itu 4 dari 5 handheld yang terjual adalah ROG Ally, jadi ya boleh dibilang kita 80% menguasai pasar Indonesia," kata Brama dalam acara hands-on Asus ROG Xbox Ally X20.

Jejak Tiga Tahun ROG Ally di Pasar Lokal

Asus pertama kali memboyong ROG Ally ke Indonesia pada 2023. Sejak itu, perusahaan asal Taiwan tersebut menambah beberapa varian, mulai dari ROG Ally X, ROG Xbox Ally, hingga ROG Xbox Ally X.

Lini terbaru, ROG Xbox Ally X20, dirilis untuk memperingati ulang tahun ke-20 lini Republic of Gamers. Perangkat ini memakai panel OLED, fitur yang sebelumnya banyak diminta komunitas gamer handheld.

Brama menyebut masukan pengguna jadi salah satu faktor yang menjaga posisi ROG Ally di pasar. Permintaan layar OLED adalah contoh paling jelas yang akhirnya diakomodasi lewat varian X20.

Persaingan Handheld Makin Ketat

Pasar konsol handheld Indonesia tidak lagi diisi satu pemain. Lenovo Legion Go hadir resmi, sementara Steam Deck masuk lewat jalur tidak resmi dan tetap punya penggemar sendiri.

Belum lama ini, Nintendo Switch juga ikut meramaikan segmen ini. Brama mengaku tidak khawatir karena Switch dan ROG Ally menyasar pasar yang berbeda.

Menurutnya, banyak pembeli ROG Ally memakai perangkat itu bukan cuma untuk main game, tapi juga sebagai PC Windows 11 mini untuk bekerja. Fungsi hybrid semacam itu tidak tersedia di Switch yang dirancang murni sebagai alat hiburan.

"Kalau Switch itu beneran mereka yang buat hiburan, beneran game lah gitu," ujar Brama.

"Kalau yang Ally ini agak sedikit nge-cross ke productivity juga, jadi sebenarnya tidak terlalu khawatir karena kita ya itu bisa hybrid usage," pungkasnya.

Posisi Asus di Ekosistem Gaming Handheld

Klaim 80% pangsa pasar ini belum diverifikasi pihak independen. Asus tidak menyebut metodologi lengkap survei, jumlah responden, atau cakupan wilayah penjualan yang disurvei.

Meski begitu, angka tersebut memberi gambaran soal posisi Asus di segmen handheld yang tumbuh cepat. Pengguna Indonesia kini punya lebih banyak pilihan perangkat, dari yang dijual resmi hingga impor pasar abu-abu.

Bagi pelaku bisnis digital, segmen handheld layak dipantau karena perangkat ini makin sering dipakai untuk produktivitas ringan, bukan sekadar hiburan. Adopsi PC Windows 11 mini di kantong jadi sinyal tersendiri.

Asus belum mengungkap jadwal peluncuran resmi maupun harga ROG Xbox Ally X20 untuk pasar Indonesia. Perusahaan juga belum menyebut target penjualan tahun ini.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top