KARANGASEM — Dedikasi dr. Ni Wayan Kurnia Wati bukan sekadar cerita. Dokter yang mengabdi di RSUD Karangasem sejak 2015 itu menempuh perjalanan kaki dari kediamannya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, karena enggan membuang waktu berjam-jam di antrean SPBU. Ia memilih tiba di rumah sakit lebih cepat demi pasien anak yang menunggu.
"Daripada nunggu antrean bensin, lebih cepat sampai kalau jalan kaki," tutur dr. Kurnia Wati.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Udiyana, menyampaikan apresiasi langsung atas langkah tersebut. Menurutnya, sikap dr. Kurnia layak dicontoh tenaga kesehatan lain di tengah situasi sulit.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi dokter Kurnia, semoga bisa menjadi inspirasi bagi nakes yang lain," ujar Udiyana.
Meski demikian, Udiyana tidak menampik krisis BBM mulai mengganggu dinamika operasional rumah sakit. Pelayanan rujukan pasien dan pasokan BBM untuk armada ambulans masih aman, namun sejumlah kendala mulai muncul di lapangan.
Jumlah pasien berobat jalan dilaporkan menurun karena keterbatasan akses transportasi warga. Sejumlah staf dan pegawai juga sempat terlambat hadir karena harus ikut mengantre BBM di SPBU. Aktivitas mobilisasi pelayanan terganggu ringan, meski armada darurat tetap disiagakan.
Manajemen RSUD Karangasem terus mewaspadai kemungkinan kelangkaan BBM berlangsung panjang. Antisipasi dilakukan agar kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi warga Karangasem tidak ikut terganggu.
Di sisi lain, Bekangdam IX/Udayana menerjunkan personel untuk diperbantukan sebagai operator SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Langkah ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi antara Pangdam IX/Udayana dan Direktur Utama PT Pertamina Provinsi Bali yang digelar di Ruang Rapat Makodam IX/Udayana.
Pengerahan personel diambil menyusul antrean kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU yang memicu kemacetan. Di beberapa titik wilayah Badung dan Denpasar, ekor antrean dilaporkan mencapai sekitar 500 meter dari area pengisian.
Kepala Pembekalan Angkutan Kodam IX/Udayana, Kolonel Cba Nazarnoor, S.Sos., menyatakan penempatan personel bertujuan mempercepat proses pelayanan pengisian BBM kepada warga. Dengan begitu, antrean kendaraan diharapkan terurai lebih cepat.
"Kehadiran personel Bekangdam IX/Udayana di beberapa SPBU diharapkan dapat membantu mengurangi antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari ini. Hadirnya TNI dalam masyarakat ini menunjukkan bahwa TNI akan selalu ada untuk rakyat," tegas Kolonel Cba Nazarnoor.
Kolaborasi Kodam IX/Udayana dan PT Pertamina (Persero) membuat pengoperasian pompa BBM berjalan lebih optimal dan responsif. Keterlibatan prajurit sebagai operator pengisian menjadi bagian dari kesiapsiagaan TNI membantu pemerintah daerah mengatasi dampak krisis distribusi logistik vital di Bali.