WRI Indonesia Pilih Bali Jadi Tuan Rumah Rapat Dewan Pengurus Global Juli 2027, 20 Anggota dari Washington DC Hadir

Penulis: Gilang Permana  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:50:31 WIB
WRI Indonesia menetapkan Bali sebagai tuan rumah rapat tahunan dewan pengurus global pada Juli 2027.

World Resources Institute (WRI) Indonesia menetapkan Bali sebagai tuan rumah rapat tahunan dewan pengurus global pada Juli 2027. Pemilihan Pulau Dewata didasarkan pada komitmen kuat provinsi ini menurunkan emisi karbon melalui rencana aksi daerah yang jelas. Pertemuan itu akan dihadiri 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI yang berkedudukan di Washington DC.

DENPASAR — Anggota Dewan Pembina WRI Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu mengungkapkan keputusan itu saat berada di Denpasar. Ia menyebut Bali dinilai layak menjadi tuan rumah karena memiliki rencana aksi daerah yang bisa dilihat langsung oleh para petinggi lembaga riset internasional tersebut.

Rapat tahunan itu dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027. Selain 15 hingga 20 anggota Dewan Global WRI, agenda tersebut juga akan mendatangkan para direktur negara dari 12 wilayah tempat WRI aktif menjalankan program operasionalnya.

Siapa Saja yang Akan Hadir di Bali?

Jajaran dewan pengurus internasional WRI diisi profesional dari sektor bisnis serta tokoh yang berpengalaman sebagai pembuat kebijakan publik. Mereka berasal dari berbagai negara dengan latar belakang multinasional.

Mari Elka berharap kehadiran perwakilan dari negara seperti Tiongkok, Brazil, dan India mampu memperluas gaung praktik pembangunan berkelanjutan yang sedang diterapkan di Bali.

"Mereka memilih Bali dan mereka juga setuju memilih Bali karena Bali adalah etalase untuk suatu daerah yang sangat komit untuk emisi nol bersih dan ada rencana-rencana aksi yang mereka bisa lihat secara langsung," ujar Mari Elka.

Program Rendah Emisi yang Sudah Berjalan di Pulau Dewata

WRI Indonesia mencatat sejumlah program transisi telah berjalan di Bali. Salah satunya inisiatif pengembangan kawasan rendah emisi yang dirintis dari wilayah Sanur dan lima titik lainnya.

Provinsi ini menargetkan emisi nol bersih pada 2045. Rencana aksi daerah menjadi dasar penilaian WRI sebelum memutuskan memindahkan agenda rapat globalnya ke Pulau Dewata.

Dukungan Penuh Pemprov Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat rencana tersebut. Ia menyatakan kesiapan penuh Pemprov Bali memberikan dukungan penyelenggaraan.

"Karena ini sangat nyambung dengan kebijakan Pemprov Bali untuk menjaga alam yang bersih yang berkelanjutan itu, saya tentu dengan sangat senang dan bahagia menerima informasi ini dan kami akan dukung penuh," ujar Gubernur Bali.

Pemerintah daerah menilai momentum pertemuan internasional itu selaras dengan visi pembangunan berwawasan lingkungan yang selama ini konsisten dijalankan di tingkat lokal.

Kampanye Lingkungan yang Akan Digencarkan

Koster akan memanfaatkan kehadiran lembaga riset dunia itu untuk menggencarkan kampanye pembangunan ramah lingkungan yang lebih progresif. Agenda lanjutan itu mencakup perluasan pemanfaatan energi bersih dan transisi penggunaan transportasi hijau.

Optimalisasi sistem pertanian organik hingga pengetatan pengendalian sampah plastik juga masuk dalam rencana tersebut. Koster meyakini kehadiran para tokoh lingkungan global ini tidak sekadar mempromosikan daerah di kancah internasional.

Ia menilai momentum itu sekaligus mengukuhkan posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang terhormat.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top