KARANGASEM — Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di SD Negeri 1 Pesedahan dijadwalkan mulai pukul 08.00 WITA. Selain siswa-siswi sekolah dasar tersebut, kegiatan ini melibatkan anggota Menwa Ugracena, Tim PPBN Provinsi Bali, Perip, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Pesedahan.
Dukungan datang dari Gugus Kebangsaan Provinsi Bali. Pembukaan kegiatan akan dihadiri Kepala Desa Pesedahan, Bendesa Adat Pesedahan, Ketua Korps Menwa Ugracena Bali, Ketua Perip Provinsi Bali, dan unsur Muspika Kecamatan Manggis.
Ketua Korps Menwa Indonesia Bali Krisna Gunartha dan Ketua Perip Bali Kusumawati Sumantra menyebut PPBN bertujuan menanamkan nilai cinta tanah air, disiplin, dan wawasan kebangsaan sejak dini kepada generasi muda.
"Kegiatan ini merupakan sinergi antara TNI, Menwa, Perip, dan masyarakat. Kami ingin bela negara tidak hanya dimaknai secara militer, tetapi sebagai gerakan moral untuk membangun desa dan peduli pendidikan," ujar Krisna Gunartha.
Pendekatan yang dipakai menempatkan bela negara sebagai gerakan moral, bukan semata latihan fisik atau pemahaman militer. Sasaran utamanya adalah siswa sekolah dasar di kawasan Manggis, wilayah yang selama ini dikenal dengan sektor pertanian dan pariwisata bahari.
Rangkaian kegiatan terbagi dalam empat agenda. Pertama, pemberian bantuan sosial untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Pesedahan.
Kirab bendera Merah Putih menjadi penanda visual kegiatan, melibatkan peserta berjalan bersama membawa bendera pusaka. Sementara persembahyangan di Pura Rambut Petung mengaitkan agenda kebangsaan dengan tradisi spiritual warga Bali.
Kegiatan akan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta. Panitia berharap semangat bela negara dan gotong royong tumbuh di lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Pesedahan.
Bagi warga Manggis, kehadiran program ini menambah daftar kegiatan pendidikan karakter yang menyasar anak usia sekolah dasar. Pelibatan Menwa dan Perip menunjukkan pola kolaborasi lintas lembaga di luar jalur dinas pendidikan formal.