TABANAN — Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga hadir mewakili Ketua TP PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dalam kegiatan yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali itu. Selain dihadiri jajaran perangkat daerah Provinsi Bali, acara tersebut juga diikuti Ketua dan Sekretaris I TP PKK kabupaten/kota se-Bali bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Konsep kegiatan ini menggabungkan aktivitas berbelanja dengan penyaluran bantuan sosial. Berbagai kebutuhan pokok, bahan pangan, serta produk lokal yang dibeli dalam kegiatan tersebut disalurkan kepada 100 warga penerima manfaat di Kabupaten Badung.
Melalui skema itu, TP PKK Provinsi Bali menyasar dua sasaran sekaligus: membantu masyarakat penerima manfaat dan menggerakkan pelaku usaha lokal. Pasar rakyat ini disebut menjadi wadah bagi UMKM, pedagang kuliner, serta produsen lokal untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan pendapatan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan 131 pelaku usaha yang terbagi dalam tiga kategori. Rinciannya, 39 UMKM, 28 pedagang produk pertanian dan pangan olahan, serta 64 pedagang kuliner.
Komposisi itu menempatkan pedagang kuliner sebagai kelompok terbesar dalam pasar rakyat tersebut. Kehadiran mereka melengkapi deretan produk pertanian dan pangan olahan yang dijajakan dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Badung.
Pasar rakyat PKK Bali tidak berdiri sebagai acara jual beli semata. Pelaksanaannya turut dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial dan kesehatan yang melibatkan warga sekitar.
Rangkaian itu memperkuat posisi kegiatan sebagai ajang gotong royong antar-kabupaten/kota di Bali. Kehadiran jajaran TP PKK dari seluruh kabupaten/kota menunjukkan keterlibatan lintas wilayah dalam penyelenggaraannya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi Bali berharap semangat gotong royong, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh. Ketiganya diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pasar rakyat "Berbelanja dan Berbagi" edisi ke-8 ini menutup rangkaian penyelenggaraan tahun 2026 dengan format yang mempertemukan pembeli, pedagang lokal, dan penerima manfaat dalam satu lokasi.