5 Fakta Menarik Nagoya, Kota Tuan Rumah Asian Games 2026

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:25:02 WIB
Nagoya dan Prefektur Aichi resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games XX yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

BALI — Nagoya dan Prefektur Aichi resmi menjadi tuan rumah Asian Games XX pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sebanyak 46 negara akan bertanding di 43 cabang olahraga, menjadikan kota terbesar keempat di Jepang ini pusat perhatian Asia. Di balik statusnya sebagai penyelenggara, Nagoya menyimpan jejak sejarah, industri, dan kuliner yang jarang dibahas.

Perhelatan Asian Games 2026 bukan cuma soal pertandingan. Kota yang menjadi tuan rumahnya punya lapisan cerita yang membuatnya layak dikenal lebih jauh, dari era samurai sampai pabrik otomotif.

1. Usianya Sudah Lebih dari 400 Tahun

Nagoya adalah ibu kota Prefektur Aichi di wilayah Chubu, tepat di antara Tokyo dan Osaka. Sejarah kota ini berjalan lebih dari empat abad dan lekat dengan era samurai serta pemerintahan Tokugawa.

Landmark paling terkenalnya, Nagoya Castle, mulai dibangun pada 1610 atas perintah Tokugawa Ieyasu. Bagian atas atapnya dihiasi shachihoko berlapis emas, makhluk mitologi bertubuh ikan berkepala harimau yang dipercaya melindungi bangunan dari kebakaran.

2. Jejak Tokugawa Ieyasu Masih Hidup di Sini

Nama Nagoya punya kaitan kuat dengan Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa yang memimpin Jepang lebih dari 250 tahun. Kawasan Aichi menyimpan sejumlah lokasi bersejarah keluarganya.

Salah satunya Okazaki, kota kelahiran Ieyasu, yang masih berada di Prefektur Aichi dan mudah dijangkau dari Nagoya. Buat pencinta sejarah, rute ini memberi gambaran langsung kehidupan Jepang masa samurai.

3. Ada Kuil yang Terkait Tiga Pusaka Suci Jepang

Atsuta Shrine menjadi salah satu kuil Shinto paling penting di Nagoya. Kuil ini dipercaya berkaitan dengan Kusanagi no Tsurugi, pedang yang termasuk Tiga Pusaka Suci Kekaisaran Jepang.

Pusaka tersebut punya nilai simbolis tinggi dalam tradisi kekaisaran Jepang. Kompleks Atsuta Shrine dikelilingi pepohonan dan berlokasi cukup dekat dari pusat kota, memberi suasana tenang di tengah hiruk-pikuk Nagoya.

4. Pusat Industri Otomotif dengan Akar Toyota

Wilayah Chubu dikenal sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar Jepang, terutama untuk industri otomotif. Toyota berakar kuat di Aichi, berkembang dari industri mesin tekstil keluarga Toyoda sebelum menjadi produsen kendaraan raksasa dunia.

Perjalanan itu bisa ditelusuri di Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology di Nagoya. Museum ini menampilkan sejarah teknologi manufaktur, berbagai mesin, hingga demonstrasi teknologi Toyota.

5. Kuliner Khasnya Disebut Nagoya Meshi

Nagoya punya budaya kuliner kuat sampai hidangan khasnya mendapat sebutan Nagoya Meshi. Hitsumabushi jadi yang paling populer, berupa belut panggang dengan nasi yang disantap bertahap: langsung, dengan bumbu, lalu disiram kaldu.

Ada pula miso katsu, tonkatsu bersaus miso merah khas Nagoya dengan cita rasa gurih umami yang beda dari versi biasa. Untuk camilan, tebasaki bisa jadi pilihan pendamping saat menjelajah kota.

Dari kastil abad ke-17 sampai pabrik mesin Toyota, Nagoya membuktikan diri bukan sekadar kota penyelenggara ajang olahraga. Jejak samurai, pusaka kekaisaran, dan kulinernya membuat kota ini punya cerita yang layak ditelusuri sebelum atau sesudah Asian Games 2026.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: popbela.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top