DENPASAR — Peringatan dini angin kencang yang diunggah melalui akun Instagram @bmkgbali menyebutkan tiga wilayah yang perlu waspada. Jembrana, Buleleng, dan Bangli masuk dalam kategori terdampak angin kencang pada Kamis (8/10) pukul 08.00 WITA hingga Jumat (9/10) pukul 08.00 WITA.
Berbeda dari angin kencang, tidak ada satu pun kabupaten/kota di Bali yang mendapat peringatan hujan dari ringan hingga ekstrem pada periode yang sama. Arah angin timur-tenggara bergerak dengan kecepatan 4-37 kilometer per jam.
Perairan Selatan Pulau Bali diprakirakan berpotensi mengalami gelombang hingga 3,5 meter. Kondisi itu berisiko terhadap kapal ferry jika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
Bagi nelayan, risiko muncul jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara di Perairan Utara Bali, tinggi gelombang diprakirakan hanya berkisar 0,5-1,5 meter.
Selain suhu 19-32 derajat Celsius, BMKG mencatat kelembapan udara di Bali berada pada kisaran 60-90 persen. Matahari diprakirakan terbit pukul 06.00 WITA dan terbenam pukul 18.14 WITA.
Bulan terbit pukul 04.02 WITA dan terbenam pukul 16.17 WITA. Data prakiraan ini menjadi acuan bagi warga pesisir, nelayan, dan operator penyeberangan dalam menyusun jadwal aktivitas di laut.
Warga di Jembrana, Buleleng, dan Bangli diminta mengantisipasi potensi angin kencang yang dapat memengaruhi aktivitas luar ruang. Kecepatan angin hingga 37 kilometer per jam berpotensi menerbangkan benda ringan dan mengganggu perjalanan di jalur terbuka.
BMKG memperbarui informasi cuaca ini melalui kanal resmi Instagram @bmkgbali. Masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan sebelum melakukan perjalanan maupun aktivitas di pesisir.