Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang melibatkan 1.694 peserta dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Negeri. Forum yang digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 2–4 Oktober 2026 itu menyiapkan Konsensus Bali sebagai rumusan arah transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
SINGARAJA — Ketua Panitia KONASPI XII, I Gusti Putu Suharta, menegaskan forum ini tidak sekadar ajang bertukar gagasan akademik. Pihaknya menargetkan konvensi menghasilkan rumusan bersama soal persoalan strategis pendidikan, arah transformasi, hingga rekomendasi kebijakan yang bisa ditindaklanjuti.
"KONASPI XII tidak dirancang berhenti pada pertukaran gagasan akademik. Forum ini harus menghasilkan rumusan bersama mengenai persoalan strategis pendidikan, arah transformasi, serta rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti," kata Suharta di Singaraja, Kabupaten Buleleng.
Konvensi mengusung tema "Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, dan Pendidikan Berkelanjutan". Pembukaannya dijadwalkan dilakukan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
KONASPI XII menyiapkan Konsensus Bali sebagai keluaran utama. Dokumen itu mencakup Deklarasi Bali, Rekomendasi Bali, dan Piagam Bali sebagai wujud komitmen bersama para peserta.
Rumusan tersebut akan diperkuat melalui Policy Brief Konsensus Bali yang memuat masukan akademik dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah serta pemangku kepentingan pendidikan. Peserta konvensi terdiri dari akademisi, pimpinan perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan pendidikan dari 12 LPTK Negeri anggota Forum Rektor LPTKNI.
Sejumlah isu strategis masuk dalam agenda pembahasan konvensi. Berikut poin-poinnya:
Khusus soal AI, pembahasan diarahkan untuk memastikan teknologi digunakan secara etis, inklusif, dan berkelanjutan dalam mendukung proses pembelajaran.
Kepercayaan kepada Undiksha sebagai tuan rumah KONASPI XII diberikan Forum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia. Penunjukan itu diputuskan pada pelaksanaan KONASPI XI di Universitas Negeri Surabaya pada 2024.
Menurut Suharta, transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai unsur terkait. LPTK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan guru dan tenaga kependidikan yang profesional, adaptif, berkarakter, serta mampu menghadapi perubahan.
Bagi Undiksha, penyelenggaraan KONASPI XII menjadi momentum memperkuat kontribusi LPTK dalam pembangunan pendidikan nasional. Forum ini diharapkan melahirkan gagasan, komitmen, dan rekomendasi strategis dari Bali untuk Indonesia Emas 2045.