BALI — Bengkel modifikasi motor listrik Dyvolt EV Shop di Bekasi mencatat Yadea E8S Pro sebagai model yang paling sering dimodifikasi, rata-rata 8-12 unit per bulan. Biaya upgrade total di bengkel bersertifikasi ESDM ini bisa menembus ratusan juta rupiah, jauh di atas harga motor listriknya sendiri.
Dyvolt EV Shop berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, dan telah beroperasi sejak 2015 dengan nama awal Patrick Bike. Nama Dyvolt EV Shop baru dipakai pada 2021, bersamaan dengan makin ramainya pasar kendaraan listrik di Jabodetabek. Pemiliknya, Ady Siswanto, mengaku bisnis yang awalnya cuma hobi ini kini jadi sumber penghasilan utama.
Ady menyebut tren modifikasi motor listrik memang sedang naik, terutama di kalangan pengguna Yadea E8S Pro. Motifnya bukan sekadar soal performa, tapi juga gaya. "Karena sekarang lagi ramai banget tentang kendaraan listrik, jadi mereka datang ke sini ingin upgrade performa dan juga tampilan. Karena sekarang lagi ramai banget ala-ala Thailand, jadi mereka meng-upgrade meniru kiblat Thailand seperti itu," ujarnya kepada Uzone.id.
Dari sekian banyak model motor listrik yang masuk ke bengkelnya, Yadea E8S Pro paling banyak diminati. Ady menyebut hampir setiap bulan pihaknya menangani 8 hingga 12 unit Yadea E8S Pro untuk berbagai kebutuhan modifikasi.
Angka itu terbilang tinggi untuk satu model saja, apalagi mengingat pasar motor listrik Indonesia masih didominasi pemakaian harian, bukan ajang modifikasi. Pilihan konsumen jatuh ke E8S Pro kemungkinan karena basis rangka dan ruang baterainya dinilai lebih fleksibel untuk diutak-atik dibanding model lain di kelas yang sama.
Yang bikin tren ini menarik dicermati adalah besarnya kocek yang dikeluarkan konsumen. Ady mengaku ada pelanggan yang melakukan upgrade habis-habisan, mulai dari motor berkapasitas besar, baterai besar, sampai aksesori penampilan yang seluruhnya disembunyikan (hidden).
"Terakhir itu upgrade habis-habisan ya, mulai dari motor yang kapasitasnya besar, baterainya juga besar, termasuk aksesoris penampulan juga yang hidden semua. Kurang lebih kemarin di angka seratusan (juta rupiah) sih," jelasnya.
Sebagai gambaran, angka ratusan juta rupiah itu setara dengan harga beberapa unit motor listrik baru sekaligus. Artinya, sebagian konsumen memang tidak lagi memandang motor listrik sebagai alat transportasi murah, melainkan kanvas untuk ekspresi dan hobi.
Durasi modifikasi di Dyvolt EV Shop tidak bisa dipatok pasti. Ady menyebut waktu pengerjaan bergantung pada komponen yang dipesan konsumen, dengan rentang 2 minggu hingga 1 bulan.
Bottleneck-nya ada di ketersediaan spare part. "Karena yang paling lama adalah menunggu spare partnya. Ditambah kadang-kadang spare part itu enggak PNP (Plug N Play), jadi harus order lagi-order lagi disesuaikan dengan bentuk unitnya," tukasnya.
Kondisi ini masuk akal karena ekosistem aftermarket motor listrik di Indonesia belum sematang motor bensin. Untuk motor konvensional, bengkel bisa langsung pasang part yang sudah plug and play. Untuk motor listrik, banyak komponen masih harus disesuaikan manual dengan bentuk unit.
Dyvolt EV Shop mengantongi sertifikasi dari Kementerian ESDM untuk melakukan konversi motor listrik. Sertifikat ini penting karena menyangkut aspek keselamatan kelistrikan, terutama saat konsumen mengganti baterai atau motor dengan kapasitas lebih besar.
Modifikasi baterai dan motor pada kendaraan listrik bukan pekerjaan sembarangan. Salah perhitungan pada sistem tegangan atau manajemen baterai bisa berujung pada risiko kebakaran. Karena itu, bengkel yang punya sertifikasi resmi punya nilai tambah di mata konsumen yang sadar risiko.
Dyvolt EV Shop buka hampir setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB. Khusus hari Jumat, jam buka dimundurkan menjadi pukul 09.00 WIB.
Perjalanan bengkel ini mencerminkan pergeseran pasar yang lebih luas. Berdiri sejak 2015 saat motor listrik belum ramai, Dyvolt EV Shop kini menempatkan diri di ceruk pasar yang tumbuh cepat seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Jabodetabek.
"Sebetulnya karena hobi sih, jadi Dyvolt EV Shop itu sebelumnya namanya Patrick Bike yang berdiri tahun 2015. Berubah nama di tahun 2021 menjadi Dyvolt EV Shop. Kami bergerak di bidang modifikasi, custom, dan juga servis. Yang awalnya cuma hobi, Alhamdulillah jadi rezeki," tutup Ady.
Motor listrik?
pa yang paling sering dimodifikasi di Dyvolt EV Shop? A: Yadea E8S Pro, dengan rata-rata 8-12 unit dimodifikasi setiap bulan.