BALI — LM Studio, pengembang yang selama ini dikenal lewat aplikasi untuk menjalankan model AI lokal di Mac, resmi merilis Bionic — sebuah aplikasi AI agent anyar yang dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan nyata. Tidak seperti aplikasi chat pada umumnya, Bionic fokus pada tugas produktif seperti coding, riset, dan pengolahan dokumen menggunakan model open source.
Bionic memberi dua opsi penggunaan: model lokal yang diunduh dan dijalankan langsung melalui runtime LM Studio, atau model open source yang lebih besar lewat LM Studio Secure Cloud untuk tugas berat seperti coding, reasoning, tool-calling, dan long-context. Semua permintaan cloud diproses dengan kebijakan Zero Data Retention — data tidak disimpan setelah selesai diproses.
Untuk menggunakan model cloud, pengguna harus memiliki akun LM Studio dengan billing yang sudah diatur. Ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang butuh daya komputasi lebih tanpa harus bergantung pada perangkat keras lokal.
Salah satu fitur unik Bionic adalah voice keyboard yang bekerja di seluruh aplikasi. Pengguna bisa mulai mendikte di mana pun kursor berada, dan semua transkripsi diproses secara lokal di perangkat — tidak perlu koneksi internet. Bionic awalnya dibekali model Voxtral dari Mistral AI yang mendukung transkripsi multibahasa secara offline.
Bagi developer dan "vibe coders", Bionic menyediakan fitur Code project yang bisa dihubungkan ke folder lokal. Pengguna bisa memerintahkan model seperti GLM 5.2 dan Kimi K2.7 Code untuk menyelidiki, mengedit, atau men-debug kode, sambil memantau progres pekerjaan secara langsung. Fitur inline diffs dan agentic code search juga disertakan untuk alur kerja yang lebih mulus antara pengguna dan agen AI.
Untuk pekerjaan dokumen, Bionic memiliki Work project yang memproses file dalam lingkungan sandbox — aman dari akses ke file lain di komputer. Fitur ini bisa mengatur direktori lokal, mengedit file, meringkas materi, dan membawa konteks dari luar lewat pencarian web native. Setiap perubahan dilengkapi checkpoint otomatis, sehingga pengguna bisa meninjau atau memutar balik perubahan dengan mudah. Pratinjau dalam aplikasi juga tersedia, dan LM Studio berjanji akan menambah dukungan untuk lebih banyak tipe file dalam waktu dekat.
Bionic sudah bisa diunduh untuk Mac dan Windows. Aplikasi ini ditujukan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan model open source untuk pekerjaan produktif — coding, riset, dan manajemen dokumen — tanpa harus mengorbankan privasi data. Pengguna di Indonesia yang tertarik bisa mengunjungi situs resmi LM Studio untuk informasi lebih lanjut dan tautan unduhan.