Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 70.000, Penjualan Perdana Strategy dan Aksi Ambil Untung di Wall Street Jadi Biang Kerok

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:10:01 WIB
Harga Bitcoin turun ke bawah US$ 70.000 untuk pertama kali sejak April 2024.

Harga bitcoin (BTC) terkoreksi 3,8% dalam 24 jam ke level US$ 69.960 pada Selasa (3/6), menembus support psikologis US$ 70.000 untuk pertama kalinya sejak April lalu. Ether (ETH) juga tertekan, diperdagangkan di kisaran US$ 1.996, nyaris kehilangan level US$ 2.000.

Penjualan Perdana Strategy Mengguncang Sentimen

Katalis utama penurunan ini berasal dari pengajuan 8-K Strategy (MSTR) ke regulator AS pada Senin (2/6). Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy itu mengungkapkan telah menjual 32 bitcoin senilai US$ 2,5 juta, atau sekitar US$ 77.135 per koin.

Meski jumlahnya kecil—hanya 0,02% dari total kepemilikan Strategy yang mencapai 500.000 BTC—langkah ini dianggap simbolis. "Ini pertama kalinya Strategy menjual bitcoin secara publik dalam lima tahun akumulasi," tulis analis CoinDesk dalam laporannya. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk mendanai distribusi dividen saham preferen perusahaan.

Wall Street Ambil Untung, Pasar Asia Ikut Tertekan

Tekanan terhadap bitcoin juga datang dari pasar saham tradisional. Indeks-indeks di Wall Street mulai turun dari level tertinggi sepanjang masa karena investor mengunci keuntungan dari reli saham kecerdasan buatan (AI) yang mendominasi pasar tahun ini.

Di Asia, indeks MSCI Asia-Pasifik terkoreksi 0,5%. Kospi Korea Selatan ambles 1,8% setelah reli 105% sejak awal tahun. Nasdaq 100 futures juga turun 0,7%. Satu pengecualian datang dari saham teknologi China: Tencent (0700) melonjak 7,5%.

Harga minyak Brent masih bertahan di sekitar US$ 94,40 per barel karena kebuntuan negosiasi AS-Iran, memicu kekhawatiran biaya energi tinggi akan memaksa Federal Reserve menahan suku bunga lebih lama. Imbal hasil obligasi AS (Treasury) pun masih tertekan.

Arus ETF Negatif, Katalis Bullish Tak Terlihat

Kondisi fundamental pasar kripto kian suram. Arus dana masuk ke bitcoin ETF spot masih negatif, menandakan investor institusional belum kembali. Dengan Strategy yang kini tercatat sebagai penjual, belum ada katalis jangka pendek yang jelas untuk membalikkan tren.

Namun di tengah merahnya papan, satu token justru menonjol: Hyperliquid (HYPE). Koin dengan kapitalisasi pasar 10 besar ini naik 24,3% dalam sepekan ke US$ 73,76, menjadi satu-satunya aset kripto utama yang menghijau di saat bitcoin dan ether berdarah.

Defi juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Total value locked (TVL) di seluruh protokol keuangan terdesentralisasi merosot ke level terendah dalam 20 bulan, memperkuat narasi bahwa minat terhadap aset berisiko sedang surut secara global.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top