BADUNG — DJ Gebby Vesta mengunggah rekaman yang memperlihatkan aksi seorang sopir taksi di Kuta Utara yang diduga memeras penumpang asing. Dalam video yang beredar, sopir tersebut meminta tambahan biaya Rp200 ribu dari tarif yang sudah disepakati sebesar Rp300 ribu.
Menurut keterangan yang disampaikan Gebby Vesta, peristiwa bermula ketika wisatawan asing tersebut memesan taksi dengan tarif yang telah disepakati. Namun, saat perjalanan berlangsung, sopir tiba-tiba meminta tambahan biaya dengan alasan tertentu.
Permintaan itu ditolak oleh penumpang, namun sopir tetap memaksa. Gebby yang kebetulan berada di lokasi merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk peringatan bagi wisatawan lain.
Video berdurasi pendek itu langsung menyebar luas setelah diunggah. Warganet ramai mengomentari ulah sopir taksi yang dinilai merusak citra pariwisata Bali.
Banyak yang mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagian lainnya mengaku pernah mengalami pengalaman serupa saat berwisata di Bali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan Badung atau pihak kepolisian terkait dugaan pemerasan tersebut. Namun, Gebby Vesta mendorong agar kasus ini diusut tuntas demi kenyamanan wisatawan.
Praktik tarif taksi yang tidak transparan kerap menjadi keluhan wisatawan mancanegara di Bali. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan dan penegakan aturan tarif transportasi umum di kawasan wisata.