BALI — Bagi para penggemar modifikasi, sosok Toyota GR GT yang belum lama diperkenalkan sebagai penerus spiritual Lexus LFA langsung mendapat sentuhan liar. Khyzyl Saleem, desainer yang dikenal lewat karyanya di game Forza Horizon dan Need for Speed, menyulap mobil bermesin depan super panjang ini menjadi jauh lebih garang.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Saleem menyebut hasil karyanya sebagai “just a lil chonk” — sebuah sapaan akrab untuk bentuk yang lebih berisi. Fokus utama modifikasi ini ada pada fender melebar yang menyatu rapi dengan bodi asli GR GT.
Bagian depan dilengkapi splitter serat karbon yang lebih besar, sementara samping bodi mendapat side gill dan tambahan fin pada side skirt. Pelek BBS E88 deep dish berukuran besar dan jarak ground yang semakin rendah membuat profil mobil ini makin mirip mobil balap GT3.
Saleem memilih untuk tidak mengubah bagian belakang GR GT. Desain standar yang sudah memiliki ducktail spoiler besar, diffuser agresif, dan knalpot quadruple dinilai sudah cukup ekstrem. Sebagai sentuhan akhir, ia menyematkan kombinasi warna ungu pada bodi utama dengan atap hitam.
Meski tak ada perubahan pada sektor dapur pacu, GR GT versi standar sudah dibekali mesin V8 4.0 liter twin-turbo dengan sistem dry-sump yang menghasilkan setidaknya 641 tenaga kuda. Dukungan motor listrik membuat total output diperkirakan lebih besar lagi. Toyota mengklaim kecepatan maksimalnya tembus 320 km/jam.
Kombinasi mesin hybrid dan sasis rendah ala supercar GT3 membuat GR GT bukan hanya sekadar mobil pamer, tapi juga punya performa siap lintasan.
Toyota dijadwalkan memulai pengiriman GR GT sebagai model mandiri pertama Gazoo Racing pada 2027 mendatang. Dengan desain yang sudah eksotis dari pabrik, wajar jika banyak kalangan bertanya-tanya: apakah pemilik supercar seharga miliaran rupiah ini bakal berani menambahkan aftermarket parts seperti yang digambarkan Saleem?
Melihat sejarah modifikasi pada supercar Jepang sebelumnya, GR GT kemungkinan besar akan menjadi magnet bagi para tuner global untuk menciptakan paket body kit sendiri.
Belum ada pernyataan resmi dari Toyota atau Gazoo Racing. Khyzyl Saleem adalah desainer independen yang membuat render digital, bukan bagian dari pabrikan.
Belum diumumkan secara resmi. Dengan spesifikasi mesin V8 hybrid dan status sebagai flagship, harga GR GT diperkirakan melampaui Lexus LFA yang dulu dijual sekitar Rp 6-8 miliar di pasar global.
Secara teknis memungkinkan, tergantung ketersediaan aftermarket parts dari brand ternama. Namun, hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengumumkan paket body kit resmi untuk GR GT karena mobilnya belum diproduksi massal.