SINGARAJA — Rencana pergeseran SRMP 17 dari Sentra Mahatmiya Bali, Tabanan, ke Karangasem memunculkan dinamika tersendiri. Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Tommy Heriyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menerima keberatan dari sebagian orangtua siswa asal Tabanan yang khawatir anak mereka bersekolah jauh dari rumah.
"Memang sudah ada keberatan yang disampaikan orangtua terkait perpindahan ke Karangasem. Tetapi sejauh ini belum ada yang menyatakan menolak melanjutkan sekolah," ujar Tommy, Senin (18/5).
Tommy menjelaskan, jika ada siswa yang memutuskan tidak melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat, pemerintah pusat akan menyiapkan langkah mitigasi. Anak-anak tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah reguler. Proses pemindahan fisik siswa dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat di Bali menyiapkan kuota sebanyak 260 siswa. Penerimaan tidak hanya untuk siswa baru di kelas awal, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak putus sekolah di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA. Sistem ini disebut multi entry.
Penjangkauan calon siswa difokuskan pada keluarga penerima manfaat PKH desil 1 dan 2. Tim dari Sentra Mahatmiya akan turun langsung ke masyarakat untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat. Jika keluarga bersedia, data anak dimasukkan ke aplikasi Setara sebagai calon siswa.
Tommy menambahkan, penempatan kelas nantinya disesuaikan dengan kemampuan dasar siswa, bukan semata-mata usia. Jika seorang anak sudah masuk usia jenjang tertentu namun kemampuan baca tulisnya belum memadai, maka kelas akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen. Data calon siswa akan diverifikasi sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Bali karena cakupan penerimaan lintas kabupaten.
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Karangasem dilaporkan telah mencapai sekitar 51 persen. Target penyelesaian proyek adalah sebelum Juli 2026, agar proses pemindahan siswa dari Tabanan dan penerimaan siswa baru dapat berjalan sesuai jadwal tahun ajaran baru.