BANGLI — Warga Bangli kini bisa membeli beras, telur, hingga urutan (sosis khas Bali) dengan harga lebih terjangkau. Lewat Pasar Tani yang digelar dalam rangka HUT ke-822 Kota Bangli, petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjual produk mereka langsung ke konsumen.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan kegiatan ini merupakan solusi atas rantai distribusi pangan yang kerap terlalu panjang.
“Biasanya, rantai pasar yang panjang menyebabkan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Melalui Pasar Tani, kita memotong rantai tersebut,” ujarnya di sela-sela acara.
Pasar Tani menyediakan aneka kebutuhan pokok dan olahan khas Bangli. Pembeli bisa mendapatkan bahan pangan segar seperti beras dan telur, serta produk olahan daging seperti urutan dan kerupuk babi.
Tak hanya itu, berbagai hasil olahan KWT binaan dinas terkait juga turut dipasarkan. Produk-produk ini merupakan pangan lokal yang diolah langsung oleh kelompok tani perempuan di Bangli.
Konsep pasar tani ini memberikan keuntungan dua arah. Konsumen mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar umum.
Di sisi lain, petani dan KWT bisa memperluas jangkauan pemasaran produk mereka tanpa harus melalui tengkulak atau distributor. Ini menjadi suntikan langsung bagi ekonomi pelaku usaha kecil di daerah.
I Wayan Sarma menegaskan bahwa Pasar Tani bukan hanya acara tahunan untuk memeriahkan HUT ke-822 Kota Bangli. Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
“Secara rutin kita lakukan Pasar Tani seperti ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan harga pangan bagi masyarakat Bangli,” pungkasnya.
Dengan adanya pasar tani rutin, warga Bangli diharapkan tak lagi bergantung pada rantai distribusi panjang yang kerap membuat harga pangan melambung tinggi di tingkat konsumen.