BANGKALAN — Perjalanan Bali United untuk mengamankan posisi di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026 menemui jalan buntu. Bertandang ke markas Madura United, tim kebanggaan warga Pulau Dewata ini harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah dengan skor mencolok.
Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (5/5) tersebut menjadi catatan kelam bagi anak asuh Stefano Cugurra. Sejak peluit pertama dibunyikan, Madura United tampil dominan dan terus menekan lini pertahanan Serdadu Tridatu yang tampak kesulitan mengembangkan permainan di bawah tekanan pendukung tuan rumah.
Kekalahan dengan skor telak ini memperpanjang catatan kurang memuaskan Bali United saat melakoni laga tandang musim ini. Koordinasi antar lini yang tidak berjalan maksimal membuat gawang mereka berkali-kali terancam oleh skema serangan cepat yang dibangun Laskar Sape Kerrab.
Hasil minor di Bangkalan berdampak langsung pada posisi Bali United di tabel klasemen sementara. Tambahan nol poin membuat jarak mereka dengan tim-tim di peringkat lima besar semakin melebar, mengingat kompetisi kini sudah memasuki fase-fase krusial di akhir musim.
Skuat Bali United kini dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan mental bertanding di sisa laga yang ada. Target finis di posisi lima besar yang dicanangkan manajemen kini bergantung pada hasil pertandingan tim rival serta konsistensi performa mereka sendiri di pekan-pekan mendatang.
Kekalahan ini diprediksi akan memicu evaluasi besar di internal tim, terutama pada sektor pertahanan yang terlihat rapuh saat menghadapi transisi cepat lawan. Tim pelatih perlu segera menemukan solusi agar tren negatif ini tidak berlanjut pada pertandingan kandang berikutnya.
Para pendukung setia di Bali berharap tim kesayangan mereka bisa segera berbenah dan mengamankan poin maksimal di laga sisa. Konsistensi menjadi kunci utama jika Serdadu Tridatu masih ingin menjaga asa bersaing di papan atas kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.