BALI — Leigh-Anne Pinnock tampil di London Fashion Week dengan gaun yang memunculkan efek air susu keluar dari atasan. Penampilan mantan personel Little Mix itu langsung viral dan memicu perdebatan soal cara publik memandang menyusui.
Peragaan busana label Di Petsa menutup rangkaian London Fashion Week (LFW) di London, Inggris. Leigh-Anne Pinnock, penyanyi yang tengah hamil anak ketiga, menjadi salah satu model yang tampil di catwalk.
Penampilannya berbeda dari model lain. Ia mengenakan gaun putih two-piece yang mengekspos perut yang mulai membesar, bagian dari koleksi Spring-Summer 2027.
Di tengah panggung, sekelompok perempuan datang dan duduk mengelilingi istri pesepakbola Andre Gray itu. Mereka kompak memakai busana bernuansa pink dengan rambut tampak basah.
Pemandangan berubah saat dua cup atasan berbentuk bra yang dikenakan Leigh-Anne mengeluarkan cairan menyerupai air susu ibu. Baju tersebut memang dilengkapi fitur yang memberi efek laktasi, seperti dilansir dari People.
Label Di Petsa menjelaskan maksud di balik penampilan itu lewat keterangan pers. "Tampilan ini menciptakan sebuah respons terhadap naluri keibuan, sebuah tubuh dan aksi merawat sebagai sebuah pentas, yang memperlihatkan gestur intim di sebuah dunia yang sangat terkonstruksi dalam bentuk peragaan busana," tulis mereka.
Di Petsa didirikan desainer asal Yunani, Dimitra Petsa, pada 2019. Sebelum peragaan ini, label tersebut pernah merilis atasan berbentuk korset yang dirancang ramah untuk ibu menyusui.
Busana itu dibanderol US$ 1.504 atau sekitar Rp 26 juta. Desainnya asimetris dengan bagian yang menutupi salah satu payudara.
Penampilan Leigh-Anne berujung viral di media sosial dengan respons yang beragam. Sebagian memuji keberaniannya mengangkat tema menyusui, sebagian lain menganggapnya tidak pantas.
"Menyusui adalah bagian terpenting dalam kehidupan seorang anak. Bukan untuk diseksualisasikan atau menjadi sesuatu yang menjijikan. Ini sungguh tak dapat diterima dan perlu dihapus," tulis seorang pengguna Instagram di konten majalah InStyle yang memperlihatkan aksi tersebut.
Komentar lain berbunyi, "Saya sangat setuju mereka merendahkan nilai kemanusiaan. Sangat menyedihkan."
Perdebatan soal menyusui di ruang publik bukan hal asing di Indonesia. Banyak ibu masih merasa tidak nyaman menyusui di tempat umum karena takut dipandang negatif.
Padahal, Undang-Undang Kesehatan dan sejumlah peraturan daerah sudah menjamin hak ibu untuk memberikan ASI di ruang publik. Fasilitas laktasi di mal, kantor, dan transportasi umum juga terus bertambah, meski belum merata.
Respons atas penampilan Leigh-Anne menunjukkan satu hal: cara masyarakat memandang tubuh ibu dan aktivitas menyusui masih jadi perdebatan panjang, bahkan di negara maju sekalipun.
Bagi ibu yang sedang menyusui, pilihan untuk menyusui di ruang publik adalah hak yang dilindungi. Jika merasa ragu atau menghadapi kendala saat menyusui, konsultasi dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi bisa membantu menemukan solusi yang nyaman.