DENPASAR — Ratusan krama adat Banjar Dukuh Sari mengikuti prosesi upacara dengan khidmat pada Rahina Buda Kliwon Wuku Matal. Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Bang Buruan Manuaba Griya Bang Swarga Manuaba ini menjadi puncak dari serangkaian karya agung di pura tersebut.
Pantauan di lokasi, Wali Kota Jaya Negara tiba didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk Anggota DPRD Kota Denpasar Putu Melati Purbaningrat Yo dan Luh Putu Mamas Lestari, Bendesa Adat Sesetan I Made Sudama, serta Kadis Perkim Kota Denpasar Putu Tony Marthana Wijaya.
Jaya Negara menegaskan bahwa pelaksanaan upacara ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Sradha Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan.
"Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan Sradha Bhakti sebagai upaya menjaga harmonisasi sebagai implementasi Tri Hita Karana, sejalan juga dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Kutumbakam," ujar Jaya Negara di sela-sela kegiatan.
Panitia Karya Wayan Budiarta mengungkapkan bahwa upacara ini digelar setelah pembangunan Bale Gong dan renovasi Bale Banjar Adat Dukuh Sari rampung. Kedua proyek fisik tersebut mendapat sokongan dana hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.
Bantuan tersebut dinilai krusial bagi kelancaran upacara, mengingat Bale Banjar menjadi pusat aktivitas krama adat selama prosesi berlangsung. Wayan Budiarta menyebut renovasi ini merupakan wujud perhatian nyata Pemkot terhadap kelestarian budaya dan fasilitas adat di tengah kota.
"Upacara ini merupakan wujud Sradha dan Bhakti krama kepada Ida Bhatara Sesuhunan, dengan harapan memberikan anugerah kesejahteraan, kebaikan, dan kemakmuran bagi seluruh krama Banjar Dukuh Sari," kata Wayan Budiarta.
Rangkaian upacara berlangsung sejak siang hingga menjelang sore. Krama adat terlihat bergantian menghaturkan bhakti, diiringi alunan gamelan yang mengiringi jalannya prosesi. Suasana khusyuk menyelimuti areal pura yang terletak di kawasan padat penduduk Denpasar Selatan tersebut.
Kehadiran langsung wali kota dalam upacara adat semacam ini menjadi pola yang konsisten dilakukan Pemkot Denpasar untuk memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan komunitas adat. Sebelumnya, Jaya Negara juga rutin menghadiri pujawali di sejumlah pura lainnya di delapan desa adat yang tersebar di Kota Denpasar.