PT BIBU Panji Sakti Teken Kontrak Tiga N219 Amfibi untuk Angkut Hasil Laut Bali Utara

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:28:32 WIB
PT BIBU Panji Sakti menandatangani kontrak pengadaan tiga unit pesawat N219 Amfibi dengan PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Rabu.

DENPASAR — PT BIBU Panji Sakti resmi masuk tahap implementasi pengadaan armada udara. Kontrak pembelian tiga unit N219 Amfibi diteken langsung dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Rabu, sebagai tindak lanjut kesepakatan awal yang dimulai sejak Desember 2025.

Kecepatan Distribusi Kunci Nilai Ekonomi Perikanan

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo menegaskan, penandatanganan kontrak ini menunjukkan keseriusan perusahaan membangun sistem logistik yang memadukan transportasi laut dan udara.

"Kami ingin membangun sistem logistik yang menghubungkan laut dan udara sehingga hasil perikanan dari wilayah-wilayah kepulauan dapat bergerak lebih cepat menuju pasar," kata Erwanto dalam keterangannya di Denpasar, Rabu.

Ia menilai kecepatan distribusi menjadi faktor krusial bagi komoditas bernilai tinggi. Ikan segar dan tuna kualitas ekspor tidak bisa menunggu lama di tempat penyimpanan.

N219 Amfibi: Solusi untuk Geografi Kepulauan

Pilihan jatuh pada N219 Amfibi karena pesawat ini dirancang mampu beroperasi dari landasan darat maupun permukaan air. Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak bisa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur darat.

Pesawat berkapasitas hingga 19 penumpang ini juga dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari angkutan kargo, evakuasi medis, patroli maritim, hingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Dioperasikan Anak Usaha untuk Rantai Pasok Maritim

Ketiga pesawat tersebut nantinya akan dioperasikan PT BIBU Agro Maritim, anak usaha yang fokus pada pengembangan rantai pasok komoditas maritim. Direktur Utama PT BIBU Agro Maritim Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana menyebut karakteristik produk seperti live seafood dan tuna sashimi-grade menuntut sistem distribusi yang cepat dan efisien.

"Produk seperti live seafood dan tuna kualitas sashimi-grade membutuhkan sistem distribusi yang cepat agar memperoleh nilai terbaik di pasar," ujar Kakarsana.

Penguatan Industri Pesawat Nasional

Direktur Utama PTDI Marsda TNI (Purn.) Gita Amperiawan menilai kontrak ini menjadi sinyal penguatan pasar N219 di dalam negeri. Menurutnya, kebutuhan pesawat yang mampu beroperasi di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup besar.

"Kontrak ini menunjukkan bahwa N219 bukan hanya sebuah produk teknologi, tetapi mulai menjadi solusi nyata bagi kebutuhan konektivitas Indonesia," kata Gita.

Ia menambahkan, pengembangan industri dirgantara nasional membutuhkan keterlibatan produsen pesawat, operator, pengguna jasa, pemerintah, hingga sektor swasta.

Sebelumnya, kerja sama kedua perusahaan dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengadaan tiga unit N219 konfigurasi kargo di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, Desember 2025. Dalam kesepakatan awal itu, N219 dirancang sebagai feeder aircraft yang mengangkut komoditas laut dari sejumlah titik sebelum diteruskan memakai pesawat berkapasitas lebih besar menuju pasar ekspor.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top