Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis Janjikan Modernisasi Militer Besar-besaran, Akui Akumulasi Pengabaian

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 12:25:31 WIB
Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis janji modernisasi militer dengan peningkatan belanja pertahanan.

BALI — Menteri Pertahanan Inggris yang baru ditunjuk, Dan Jarvis, secara terbuka memperingatkan bahwa militer Inggris telah lama menderita akibat “pengabaian yang terakumulasi.” Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan para peserta Konferensi Peperangan Darat RUSI 2026 di London, Selasa (23/6), seraya menjanjikan peningkatan belanja pertahanan secara berkelanjutan.

“Tidak ada solusi yang dapat dilakukan dalam semalam. Tidak ada satu pun tinjauan pertahanan atau kesepakatan pendanaan yang dapat menghapus warisan pengabaian yang telah terakumulasi,” ujar Jarvis, seperti dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu (24/6).

Warisan Program Tertunda dan Personel Terkecil dalam Abad Ini

Jarvis membeberkan kondisi nyata yang diwarisi pemerintahannya. Hampir setiap program utama militer mengalami keterlambatan, termasuk peningkatan kemampuan penangkal nuklir. Angkatan darat Inggris, menurutnya, kini memiliki jumlah personel paling kecil dalam beberapa abad terakhir.

Kondisi ini, kata dia, tidak bisa diperbaiki secara instan. Ia menolak anggapan bahwa satu tinjauan pertahanan atau satu putaran pendanaan baru bisa langsung menyelesaikan masalah struktural yang sudah mengakar.

Kenaikan Anggaran dan Komitmen ke NATO

Untuk menepis kritik soal tingkat pendanaan, Jarvis menegaskan bahwa di bawah pemerintahannya, belanja pertahanan terus meningkat. Ia mengklaim kenaikan yang terjadi saat ini lebih besar daripada yang pernah disaksikan oleh personel militer yang masih berdinas.

“Anggaran pertahanan Inggris kini mencakup tambahan 11 miliar pound sterling dalam anggaran pertahanan tahunan dibandingkan saat kami mulai menjabat,” ucapnya. Ia juga menegaskan komitmen jangka panjang pemerintah untuk menjadikan pertahanan sebagai prioritas utama dalam tinjauan pengeluaran tahun depan.

Dalam kaitannya dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jarvis kembali menegaskan janji Inggris untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2035. “Saya mengatakan kepada Sekretaris Jenderal NATO pekan lalu janji tersebut akan dipenuhi, dan rencana yang kredibel akan disusun untuk memastikan hal itu terwujud,” ujarnya.

Rencana Investasi Pertahanan Sebelum KTT Ankara

Jarvis tengah mempercepat penyelesaian Rencana Investasi Pertahanan (Defence Investment Plan/DIP) menjelang KTT NATO di Ankara. Rencana ini akan menambah pendanaan di atas komitmen parlemen yang sudah ada sebesar 270 miliar pound sterling (sekitar Rp6.075 triliun).

Ia juga menyoroti perubahan lanskap peperangan modern. Menurutnya, drone kini menguasai medan tempur. Oleh karena itu, investasi yang lebih besar diperlukan pada kecerdasan buatan (AI), sistem otonom, dan platform tanpa awak.

Meski demikian, ia memperingatkan agar tidak terlalu bergantung pada satu jenis kemampuan militer saja. “Selama kita masih menjadi anggota NATO, kita tidak akan bertempur sendirian,” pungkasnya.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top