BALI — Start dari posisi kurang ideal, Hakim Danish harus bekerja ekstra keras di Sirkuit Mugello yang terkenal dengan tikungan cepatnya. Pembalap berusia 18 tahun itu sempat terlempar ke posisi ketujuh di lap-lap awal, namun perlahan menunjukkan taji dengan duel roda-ke-roda yang ketat.
Puncak pertarungan terjadi di tiga lap terakhir. Hakim Danish yang terus menempel ketat duo KTM, Brian Uriarte dan Alvaro Carpe, akhirnya berhasil mempertahankan posisinya hingga garis finis. Uriarte keluar sebagai pemenang, disusul Carpe di posisi kedua.
"Balapan ini sangat intens, namun saya berhasil melewatinya dengan baik," ucap Hakim dalam pernyataan yang dikutip dari Bharian.
Bagi Hakim, podium perdana di musim perdananya ini adalah buah dari kerja keras dan kesabaran. Ia mengaku sudah lama menunggu momen untuk bisa naik ke atas podium setelah beberapa kali gagal di seri sebelumnya.
"Saya sangat senang bisa naik podium tahun ini di musim pertama saya di Moto3. Itu adalah mimpi dan saya sudah menunggunya sejak lama. Setelah mencoba berkali-kali, akhirnya saya berhasil," ujar Hakim.
Pencapaian ini memutus puasa panjang podium Malaysia di ajang grand prix. Sebelum Hakim, Zulfahmi Khairuddin dan Khairul Idham Pawi menjadi dua nama terakhir yang mengharumkan nama Malaysia. Kini, Hakim Danish resmi menjadi pembalap Malaysia ketiga yang berhasil menorehkan prestasi tersebut.
Hasil di Mugello ini juga menjadi target utama Hakim Danish musim ini. Dengan mental kuat yang ditunjukkan saat bangkit dari posisi belakang, ia membuktikan diri sebagai salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di kelas Moto3.