DENPASAR — Ruang sederhana di Rumah BUMN Denpasar berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi saat belasan pelaku usaha kecil mengikuti pendampingan pengurusan NIB. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan upaya sistematis mendorong UMKM memiliki identitas legal yang selama ini kerap terabaikan.
NIB kini menggantikan sejumlah izin lama seperti SIUP, TDP, dan SKU. Kepemilikan dokumen ini membuka akses pelaku UMKM ke pembiayaan usaha, pelatihan, hingga perluasan pasar yang difasilitasi pemerintah.
I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan menyempatkan meninjau langsung produk-produk lokal binaan dan mendengar keluhan pelaku usaha. Ia memberikan apresiasi terhadap tata kelola Rumah BUMN yang dinilai sudah terstruktur, namun menekankan satu hal krusial.
“Pengelolaan Rumah BUMN Denpasar ini sudah sangat baik dan potensinya besar. Namun, agar dampaknya lebih masif, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah harus terus ditingkatkan,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI tersebut dalam arahannya.
Ia mendorong sinergi dengan Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pariwisata agar UMKM binaan bisa terintegrasi ke dalam agenda dan kalender kegiatan daerah. Catatan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola untuk memperluas ruang pamer dan akses pasar.
Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dimaknai secara konkret di Rumah BUMN Denpasar. Bukan sekadar seremoni, semangat itu hadir dalam bentuk pelaku usaha yang mulai belajar pemasaran daring, memperbaiki kemasan, hingga perlahan menembus pasar di luar Bali.
Salah satu peserta workshop, Yanti, pemilik usaha makanan Tisgumi, mengaku pelatihan NIB memberinya kepastian untuk berkembang lebih profesional. “Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Saya juga sangat terbantu dengan pendampingan dari para mentor yang sabar dan responsif,” katanya.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan pasar dan teknologi menjadi target utama.
“PLN berharap Rumah BUMN dapat menjadi ruang tumbuh bagi UMKM lokal untuk semakin mandiri dan kompetitif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar produk-produk UMKM binaan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Imbar.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan manajemen PLN, antara lain Manager Senior Komunikasi dan TJSL I Wayan Eka Susana, Assistant Manager TJSL Agus Gunadi, serta Pengelola Rumah BUMN Denpasar I Made Abdi Negara beserta tim.