DENPASAR — Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar angkatan 2025 menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Segara Ayu, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini menyasar sampah-sampah non-organik yang kerap terbawa arus maupun ditinggalkan oleh pengunjung di area berpasir putih tersebut.
Pantai Segara Ayu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena statusnya sebagai salah satu titik kumpul utama wisatawan domestik dan mancanegara di Denpasar. Banyaknya aktivitas ekonomi dan rekreasi di lokasi ini berbanding lurus dengan potensi timbulan sampah, terutama plastik sekali pakai yang sulit terurai.
Dalam aksi ini, para mahasiswa menyisir garis pantai dan mengumpulkan berbagai jenis limbah, mulai dari botol kemasan, sedotan plastik, hingga bungkus makanan ringan. Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial akademisi terhadap kelestarian lingkungan lokal yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Bali.
Gerakan ini tidak hanya fokus pada pembersihan fisik pantai, tetapi juga berfungsi sebagai kampanye visual bagi para pedagang dan pengunjung yang berada di lokasi. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu memicu rasa malu bagi mereka yang masih membuang sampah sembarangan di area publik.
Sebagai mahasiswa program studi komunikasi, kelompok ini menekankan bahwa persoalan lingkungan di Bali bukan sekadar masalah teknis pembuangan sampah, melainkan masalah perilaku dan pola komunikasi. Kesadaran ekologis harus dibangun melalui pesan-pesan yang menyentuh nilai lokal dan kepedulian terhadap alam.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk mempraktikkan teori komunikasi pembangunan dalam bentuk aksi sosial. Mereka berinteraksi dengan warga sekitar untuk menanamkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan pantai adalah investasi jangka panjang bagi pariwisata berkelanjutan di Sanur.
Melalui aksi yang digelar pada Minggu (10/5/2026) tersebut, UHN Sugriwa berupaya menunjukkan bahwa peran kampus tidak hanya terbatas pada diskusi di dalam ruang kelas. Kontribusi nyata di lapangan seperti aksi bersih pantai ini menjadi bukti bahwa insan akademis memiliki kepekaan terhadap isu-isu krusial yang dihadapi oleh Kota Denpasar saat ini.