Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif bagi pelajar disabilitas tunanetra di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta. Kerjasama dengan Yayasan Helping Hands ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari edukasi mengenai tata cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, sharing pengalaman dunia kerja bagi penyandang disabilitas, hingga kegiatan team building interaktif bersama para pelajar. Pada kesempatan tersebut, IIF juga menyerahkan bantuan berupa tiga unit laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta bantuan pendidikan lainnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu program dari IIF Act, wadah employee engagement yang mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui program ini, karyawan IIF didorong untuk berkontribusi secara langsung dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Presiden Direktur & CEO IIF mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, motivasi, serta membangun kepercayaan diri pelajar tunanetra agar lebih siap menghadapi masa depan. "Kami berharap IIF dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan serta pemberdayaan inklusif," ujarnya.
Chief Risk Officer IIF menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melanjutkan program-program serupa di masa mendatang. "Melalui kolaborasi, kami ingin memastikan akses pendidikan yang setara dan bermakna dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat," katanya, menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar inisiatif satu kali, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Kegiatan ini merefleksikan kesadaran industri keuangan infrastruktur terhadap pentingnya inklusi dalam pendidikan nasional. Dengan melibatkan karyawan secara langsung, IIF membangun budaya tanggung jawab sosial dari internal organisasi. Pendekatan kolaboratif dengan organisasi nirlaba juga menunjukkan pentingnya sinergi antar sektor dalam memberikan dampak pendidikan yang berkelanjutan.
Program seperti ini menjadi contoh bagaimana perusahaan sektor keuangan dapat berkontribusi pada pemberdayaan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas yang sering menghadapi hambatan akses dalam pendidikan formal maupun pelatihan keterampilan.