Duta Anak Denpasar 2026 Luncurkan Program BECIK, Ajari Anak Jaga Kesehatan Fisik dan Mental Sejak Dini

Penulis: Gilang Permana  •  Senin, 21 September 2026 | 11:48:01 WIB
Duta Anak Kota Denpasar 2026 Komisi Kesehatan memperkenalkan program BECIK kepada anak-anak di Denpasar.

DENPASAR — Ni Kadek Prema Jyothi Sai Prasanthi selaku Duta Anak Kota Denpasar 2026 Komisi Kesehatan memperkenalkan program BECIK (Belajar Cinta Kesehatan) kepada anak-anak di Denpasar. Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran yang mendorong anak memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Cakupannya tidak berhenti di kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh kesehatan mental dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Apa Itu Program BECIK dan Siapa Sasaran Pesertanya?

BECIK hadir sebagai bentuk partisipasi anak dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan mereka. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak lebih aktif menerapkan pola hidup sehat.

Menurut Prema, pendekatan yang dipakai sengaja dibuat interaktif agar materi kesehatan lebih mudah dicerna anak-anak. "Pendekatan yang interaktif membuat materi kesehatan lebih mudah dipahami sekaligus mendorong anak-anak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Materi Kesehatan Fisik hingga Cara Kelola Emosi

Sejumlah materi penting disampaikan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari penerapan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, hingga manfaat aktivitas fisik yang rutin dilakukan.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan mental dan mengelola emosi dengan baik. "Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan mental dan mengelola emosi dengan baik," ucap Prema.

Metode Belajar lewat Permainan dan Diskusi Kelompok

Agar proses belajar lebih menarik, seluruh materi dikemas melalui metode yang interaktif. Anak-anak diajak mengikuti permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga praktik sederhana yang memungkinkan mereka terlibat secara aktif selama kegiatan berlangsung.

Cara ini dinilai membuat anak tidak sekadar mendengar, tetapi ikut mencoba langsung apa yang diajarkan. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan berdaya.

Ruang Inklusif bagi Anak Penyandang Disabilitas

Program BECIK juga memberikan ruang partisipasi bagi anak-anak penyandang disabilitas dari UPTD PLD. Mereka turut menampilkan berbagai kemampuan dan bakat seni yang dimiliki.

Keterlibatan tersebut menciptakan suasana yang inklusif dan penuh semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Anak-anak penyandang disabilitas tidak diposisikan sebagai penonton, melainkan bagian dari proses belajar bersama.

Harapan: Anak Jadi Agen Perubahan di Lingkungannya

Melalui pelaksanaan program ini, Duta Anak Kota Denpasar 2026 Komisi Kesehatan berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri.

Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu mengajak keluarga, teman, dan masyarakat sekitar untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dengan begitu, dampak program BECIK bisa meluas melampaui ruang kegiatan itu sendiri.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: baliprawara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top