Pemkab Buleleng Kembangkan Kawasan Gerokgak Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional Hingga 2029

Penulis: Haris Maulana  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 13:48:11 WIB
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memaparkan pengembangan kawasan Gerokgak untuk ketahanan pangan nasional.

SINGARAJA — Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memperkuat sektor pertanian dan hortikultura di wilayah barat untuk menyokong kedaulatan pangan pusat. Langkah ini dilakukan dengan memetakan potensi lahan di sembilan kecamatan agar pengembangan komoditas lebih terfokus dan berkelanjutan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan bahwa posisi Buleleng sangat strategis dalam peta pangan nasional. Dari total sekitar 540 kabupaten di seluruh Indonesia, pemerintah pusat hanya memilih 13 kabupaten untuk menjalankan program ini, dan Buleleng berhasil masuk dalam daftar tersebut.

“Gerokgak ini salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan dan pertanian secara luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujar Sutjidra saat menghadiri kegiatan di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Sabtu (9/5).

Fokus Pengembangan 4 Komoditas Unggulan

Dalam rencana strategis hingga tahun 2029, Pemkab Buleleng telah membagi klaster pengembangan berdasarkan karakteristik wilayah. Terdapat empat komoditas utama yang menjadi prioritas, yakni dua jenis buah-buahan dan dua jenis tanaman hortikultura.

Kecamatan Gerokgak diproyeksikan menjadi pusat pengembangan manggis dan bawang merah. Khusus untuk bawang merah, pengembangannya juga akan mencakup wilayah Kecamatan Kubutambahan dan Sawan. Sementara itu, untuk komoditas buah durian, pemerintah mengarahkan fokus produksi di Kecamatan Busungbiu dan Seririt.

Untuk komoditas sayuran hijau, pemerintah daerah akan mengoptimalkan lahan-lahan di dataran tinggi yang memiliki produktivitas tinggi. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan rantai pasok dari hulu hingga hilir berjalan efektif dan memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal.

Optimalisasi Bendungan Gerokgak dan Jalan Usaha Tani

Masalah ketersediaan air yang sering menjadi kendala di wilayah Buleleng Barat akan diatasi dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Pemerintah daerah berencana memaksimalkan aliran air dari Bendungan Gerokgak untuk menjangkau lahan-lahan pertanian hortikultura di sekitarnya.

“Mengenai kebutuhan air untuk pengembangan pertanian, nantinya akan dimanfaatkan Bendungan Gerokgak. Dari hasil pengamatan, kawasan sepanjang aliran bendungan memiliki potensi lahan dan ketersediaan air yang cukup baik,” tutur Sutjidra.

Selain pemanfaatan bendungan, Pemkab Buleleng juga menyiapkan langkah pendukung lainnya, antara lain:

  • Perbaikan jaringan irigasi yang rusak di kawasan sentra produksi.
  • Pembangunan dan rehabilitasi jalan usaha tani untuk memudahkan distribusi hasil panen.
  • Pembukaan peluang pembangunan embung penampungan air baru di titik-titik strategis Gerokgak.
  • Pemanfaatan program bantuan dari pemerintah pusat untuk penguatan sarana prasarana pertanian.

Sutjidra menegaskan bahwa seluruh perencanaan ini telah disusun secara matang agar potensi lahan di kawasan Pejarakan dan sekitarnya tidak hanya menjadi lahan tidur, tetapi mampu menjadi pilar ekonomi baru bagi masyarakat Buleleng hingga periode 2029 mendatang.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: kanalbali.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top