bangli-obyek

Gunung Merapi Batur

Batur

Gunung Batur di Bali seolah menyimpan pesona magis tersendiri. Keindahannya mampu memikat siapa saja wisatawan yang menatapnya. Bali bak menyediakan paket komplet bagi wisatawan. Selain pantai, danau, seni dan budaya, hiburan, persawahan indah yang bisa kalian nikmati di Bali, kalian para wisatawan bisa lho mencoba naik gunung di Bali! Gunung Batur yang berlokasi di Kintamani, Kabupaten Bangli merupakan gunung yang pas dan ramah bagi pendaki pemula. Mengapa demikian?

  1. KETINGGIANNYA 1.717 MDPL

Dengan ketinggian 1.717 mdpl, treking di Gunung Batur termasuk aman bagi para pemula. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam untuk sampai di puncak Gunung Batur. Ketika saya dan beberapa teman memutuskan untuk mendaki Gunung Batur, kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam karena kebanyakan dari kami wanita dan pendaki pemula. Kami berangkat dari Denpasar sekitar pukul 11 malam, dan sampai di pos pendakian Gunung Batur pukul 01.00 WITA dini hari. Kami menunggu hingga pukul 02.00 WITA agar siap mendaki Batur dan sampai di puncak langsung mendapatkan pemandangan sunrise. Gunung Batur merupakan salah satu spot menonton sunset terbaik di Bali. Setelah bersiap-siap, saya dan rombongan mulai naik ke Gunung Batur pukul 02.00 WITA dini hari sehingga sampai di puncak pukul 05.00 WITA dan langsung bisa menyaksikan sunrise yang mulai terbit pukul 05.30 WITA Hingga 06.00 WITA.

  1. MEMILIKI JALUR PENDAKIAN YANG JELAS

Bagi kalian yang berpikir takut tersesat, jangan khawatir jika kalian mendaki Gunung Batur! Jalur tracking di Gunung Batur sudah sangat jelas. Bahkan sekitar 3 km di awal pendakian jalur yang dilewati masih ber-aspal. Dari mulai awal pendakian hingga sampai ke puncak jaurnya sudah sangat jelas dan terdapat beberapa petunjuk arah. Jalurnyapun dipenuhi bebatuan, bukan hutan lebat, jadi jalan menuju ke puncak sangat jelas.

  1. RAMAI PENGUNJUNG

Jangan takut mendaki sendiri jika kalian mendaki ke Gunung Batur! Setiap harinya terdapat banyak sekali orang-orang yang melakukan pendakian. Mulai dari masyarakat lokal, wisatawan domestik, maupun wisatawan dari luar negeri. Ketika kalian mendaki ke Gunung Batur, jika sudah berada di posisi yang lumayan tinggi, maka tengoklah ke bawah, akan terlihat cahaya-cayaha mengular sepanjang jalur pendakian. Ya, itu adalah cahaya-cahaya senter yang dibawa oleh para pendaki, banyak sekali jumlahnya. Jangan heran kalian menemukan banyak pendaki bule. Pendakian Gunung Batur merupakan salah satu paket wisata favorit dari wisatawan asing. Mereka akan mendaki ditemani seorang guide, kemudian dilanjutkan berendam di air panas sekitar Gunung Batur. Wisata ini termasuk yang digemari para wisatawan asing

  1. TERDAPAT BANYAK PEDAGANG MAKANAN DI PUNCAK

Bagi kalian yang tidak kuat membawa banyak beban berat, maka kurangi saja isi ransel kalian! tinggalkan semua makanan di bawah. Kalian tidak perlu khawatir kelaparan. Di puncak Batur terdapat pedagang-pedagang yang menjual makanan seperti pop mie, jagung, ubi rebus, the hangat, dan lainnya. Yaa walaupun harga nya lebih mahal…. Tapi sesuai dengan effort para pedagang tersebut membawa dagangannya ke puncak. Di puncak batur suhu nya lumayan dingin, saya memilih membeli teh hangat sambil menikmati sunrise. Setelah sunrise, saya dan rombongan langsung turun. Karena banyak spot bagus untuk dinikmati dan berfoto disepanjang jalur pendakian. Suhu udara di Gunung Batur akan berubah menjadi terik dan panas ketika matahari sudah tinggi. Oleh  karena itu sebaiknya pukul 10.00 pagi kai sudah harus sampai kembali di pos pendakian.

Leave a Reply