BaliNasionalNews

Puluhan Korban Koperasi Ilegal Datangi Mapolda Bali, Empat Manajer Koperasi Resmi Dilaporkan

Denpasar,lensabali.com—Sebanyak 38 orang yang menjadi korban investasi di sejumlah koperasi ilegal di wilayah Bali, mendatangi Mapolda Bali Jumat (15/3) siang. Didampingi kuasa hukum dari Big Law Firm Bali, Y Joko Tirtono, mereka melaporkan para manajer di sejumlah Koperasi Ilegal milik almarhum I Gusti Jaya Wiratma.

Ditemui di Mapolda Bali, Joko Tirtono menjelaskan, hingga saat ini para korban yang menguasakan perkara ini kepada Big Law Firm sebanyak 74 orang. Namun, kata dia, dalam pelaporan kali ini yang hadir dalam pelaporan ke Mapolda sebanyak 38 orang dan sudah mewakili para korban dari koperasi tersebut.

Adapun 38 orang tersebut merupakan korban dari Koperasi Maha Suci, Maha Kasih, Maha Mulia Mandiri, Koperasi Tirta Rahayu dan Koperasi Maha Wisesa. Dari kelima koperasi tersebut, hari ini (Jumat) empat koperasi sudah resmi dilaporkan dengan terlapor para manajernya.

“Pelaporan hari ini ada empat koperasi, karena mereka yang datang adalah para korban dari keempat koperasi tersebut. Kami melaporkan para manajernya karena pemilik koperasi ilegal tersebut sudah meninggal dunia. Ini adalah kejahatan kolektif kolegial dan dilaporkan pelanggaran pidana pasal 372 dan 378 KUHP  yaitu penggelapan dan penipuan karena keberadaan koperasi tersebut tidak berizin,” terang Jack, sapaan akrab Joko Tirtono.

Jack menambahkan, dengan pelaporan tersebut, diharapkan dapat memenuhi rasa keadilan bagi para korban dalam menuntut haknya. Dari 74 korban yang menguasakan perkara ini kepada Big Law Firm, lanjut Jack kerugian korban mencapai angka Rp12 miliar lebih.

Para korban merasa bahwa sampai saat ini, para manajer tidak mengupayakan untuk mencarikan solusi atas permasalahan ini. Salah satu Korban, I Nyoman Sucipta mengatakan para manajer terkesan lepas tanggung jawab padahal saat menarik uang dari para nasabah dengan iming-iming deposito bunga 4 persen, mereka ikut terlibat dan membubuhkan tandatangan.

“Kami menuntut keadilan, para manajer juga harus ikut bertanggung jawab. Apalagi saat ini ada beberapa nasabah yang terancam kehilangan aset karena uang yang digunakan untuk deposito di koperasi adalah hasil pinjaman dari BPR dengan jaminan aset. Kami meminjam di BPR pun juga atas saran dari para marketing dan manajer koperasi dengan dalih penyelamatan aset,”  terangnya.

Leave a Reply