BaliNasionalNews

I Ketut Sukiasa bersama Karel Poborsky : Sahabat Bagi Wisatawan Eropa Timur di Bali

 

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Moto ini nampaknya cocok untuk menggambarkan kehidupan I Ketut Sukiasa, seorang guide senior asal Bali dalam menjalankan usahanya hingga saat ini. Pria kelahiran Tabanan, 26 Juni 1966 ini paham betul bahwa pengalaman yang ia miliki sebagai pelaku wisata di Bali menjadi salah satu modal penting dalam melebarkan sayap bisnisnya hingga ke manca negara.

Sukiasa merupakan satu dari sedikit pelaku wisata Bali yang fasih berbahasa Slovenik, bahasa yang lazim digunakan oleh para wisatawan dari kawasan Eropa Timur. Keistimewaan ini membuat jasanya seringkali dibutuhkan oleh pemerintah Republik Ceko saat berkunjung ke Indonesia.

 

Berbagai usaha yang menunjang kegiatan pariwisata telah ia geluti. Selain sebagai guide bagi wisatawan Eropa Timur di Bali, kemampuannya berbahasa Slovenik membuat Sukiasa leluasa berhubungan dengan para pebisnis bahkan politisi dari Republik Ceko. Peluang inilah kemudian yang mampu ia tangkap sehingga berbagai bisnis ia jalankan salah satunya dengan mendirikan lembaga pengiriman tenaga kerja ke wilayah Republik Ceko di bawah bendera Bali Anugerah Sejahtera, salah satu perusahaan miliknya.

“Ini peluang yang sangat menjanjikan bagi para pemuda Indonesia. Saat saya mendapatkan informasi bahwa di Ceko kekurangan tenaga kerja di bidang industri dan perkebunan, maka saya tangkap peluang ini untuk membantu rekan-rekan yang punya impian bekerja di luar negeri,” terang Sukiasa saat ditanya mengenai usaha pengiriman tenaga kerja miliknya.

 

Jauh sebelum itu, pria yang pernah tinggal di Ceko selama 3 tahun untuk mendalami bahasa ini memiliki pengalaman yang cukup fenomenal. Bersama dengan sejumlah pebisnis asal Republik Ceko, ia menggagas penenggelaman bangkai kapal di perairan Kubu Desa Kubu , Kabupaten Karangasem tepatnya di Depan ralax Bali hotel  pada tahun 2012 daan diikuti oleh penenggelaman yang kedua yaitu pada tahu 2016 yaitu di Gili Terawangan. Kini bangkai kapal tersebut menjadi rumah bagi terumbu karang dan biota laut lainnya. Keberadaan bangkai kapal tersebut, selain mendukung keberlanjutan ekosistem bawah laut, juga menjadi daya tarik pariwisata yakni sebagai wahana menyelam.

“Ketika melihat sebuah bangkai kapal, saya memiliki pemikiran bahwa bangkai kapal tersebut akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan ekosistem apabila ditenggelamkan. Selain itu ada juga manfaat ekonomisnya, yakni sebagai daya tarik wisata baru di wilayah Gili Terawangan, para wisatawan akan dimanjakan dengan wahana menyelam yang eksotis,” jelas CEO dari Top Bali Tour ini.

Selain sebagai pegiat pariwisata Bali. Sukiasa juga merupakan seorang penulis. Ia beberapakali menerbitkan buku-buku tentang pariwisata dan kebudayaan Bali. Bahkan bukunya yang berjudul Top Destination Bali yang terbit pada 2005 lalu sempat menjadi panduan utama bagi para pelaku pariwisata di Bali. Sukiasa juga melakukan terobosan dengan membuat sejumlah buku kecil yang berisi peta dan tujuan wisata di Bali. Kreasi Sukiasa kemudian menjadi pegangan wajib bagi para guide di seluruh wilayah Bali.

Kini, Sukiasa sedang menanti impiannya untuk menjadi Konsul bagi Republik Ceko di wilayah Bali. Sukiasa masuk dalam seleksi yang dilakukan oleh Konsulat RI untuk Republik Ceko. Selama ini, para wisatawan Eropa Timur tak hanya menganggap Sukiasa sebagai guide, lebih dari itu, banyak diantara para wisatawan tersebut menyebut Sukiasa sebagai sahabat.

I Ketut Sukiasa yakin, dengan kemampuan yang ia miliki, ia akan mampu memikul tanggung jawab membawa nama pemerintah Indonesia untuk membantu warga dari Republik Ceko yang sedang berwisata maupun melakukan kegiatan bisnis di Bali.

Leave a Reply