BaliDenpasar-informasiGianyarNews

Perempuan Paruh Baya Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Dengan Modus Pengiriman Tenaga Kerja

Ilustrasi

 

DENPASAR —Dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum Penyelenggara Jasa Tenaga Kerja ke Jepang terhadap sejumlah pemuda di Bali menemui babak baru. Pekan lalu, sebanyak enam pemuda yang didampingi oleh kuasa hukum Big Law Firm Bali, Y Joko Tirtono, SH resmi melaporkan EN (50) yang diduga sebagai otak dugaan penipuan tersebut.

Ditemui di Kantor Big Law Firm Bali, Jl Letda Kajeng, Renon, Joko Tirtono membenarkan bahwa pekan lalu dirinya mendampingi enam pemuda yang menjadi korban dugaan penipuan oleh EN ke Mapolda Bali. ” Benar, saya yang mendampingi dan klien kami semuanya sudah dimintai keterangan sebagai saksi korban” terang Joko.
  1. Y Joko Tirtono ( Jack Lawyer) Kuasa Hukum dari Big Law Firm Bali yang mendampingi para korban yang diduga ditipu oleh EN

Joko menambahkan, para pemuda tersebut telah menyerahkan sejumlah uang dengan jumlah bervariasi kepada EN dan EN berjanji akan memberangkatkan mereka untuk bekerja di Jepang. Namun hingga hampir satu tahun, janji EN tersebut tidak terealisasi, bahkan saat ditanya mengenai rencana keberangkatan tersebut, EN selalu memberikan alasan yang tidak masuk akal.

“Bahkan ada dua anak yang diminta EN untuk berangkat ke Jepang, namun sampai di sana justru di deportasi. Akhirnya anak ini kembali ke Indonesia,” ungkap Joko. Joko melanjutkan, tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa pemuda lagi yang membuat pengaduan serupa.

Beberapa pemuda tersebut, imbuh Jack Lawyer, sapaan akrabnya, diiming-imingi untuk bekerja di perkebunan di Jepang. Rata-rata dari mereka telah menyerahkan uang sejumlah Rp.60 juta. Tak hanya itu, EN yang mengaku sebagai pimpinan dari PT Gunawan Sukses Abadi ini juga menahan pasport serta dokumen penting lainnya milik para korban.

Jack menduga, ulah EN tersebut ada keterlibatannya dengan salah satu lembaga pelatihan kerja yang berkantor di Gianyar. Terkait hal ini, pihaknya telah memberikan keterangan kepada penyidik di Polda Bali. Berdasarkan catatan, katak Jack, EN juga pernah tersangkut hukum terkait dengan pemberangkatan tenaga kerja ke New Zeland pada 2008 lalu.

Sementara itu sampai berita ini diturunkan, EN tidak memberikan tanggapan ketika dihubungi via WhatsApp.

Seperti diberitakan sebelumnya Sejumlah pemuda dari beberapa daerah di Bali diduga menjadi korban penipuan oleh oknum agen pemberangkatan tenaga kerja yang berkantor di wilayah Pemogan Denpasar. Berdasarkan pengakuan salah satu korban, agen tersebut milik seorang perempuan paruh baya berinisial EN.

https://lensabali.com/wp-content/uploads/2019/03/final.ppsxfinal

Leave a Reply