BaliDenpasar-informasiNews

Puluhan Warga Tabanan Jadi Korban Koperasi Ilegal, Kerugian Capai Rp15 Miliar

koperasi ilegal bali

Perwakilan korban koperasi ilegal bersama kuasa hukum dari Big Lawyer, Joko Tirtono.

DENPASAR–Sebanyak 70 orang warga di wilayah Kabupaten Tabanan dan Denpasar menjadi korban penipuan oleh Koperasi Ilegal. Berdasarkan keterangan sejumlah warga tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp.15 miliar. Berdasarkan pengakuan salah seorang warga yang menjadi korban koperasi ilegal bernama I Komang Sucipta alias Cahya (38) warga Tabanan, dirinya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp130 juta dan terancam kehilangan aset.

Saat ditanya tentang kronologi kejadian, Cahya menjelaskan bahwa pihak Koperasi Ilegal dengan nama Koperasi Maha Mulia Mandiri menawarkan program penyelamatan aset. Cahya yang semula memiliki pinjaman di BPR Kerta Warga sejumlah Rp75 juta dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan. Pihak koperasi menawarkan program penyelamatan aset dengan mekanisme pelunasan di BPR Kerta Warga untuk dialihkan ke BPR Karunia Dewata. ” Setelah pinjaman saya dilunasi di BPR Kerta Warga, saya diarahkan ke BPR Karunia Dewata dengan meminjam uang sebesar Rp240juta. Untuk pelunasan pinjaman di BPR Kerta Warga sejumlah Rp75juta. Sisanya digunakan untuk keperluan saya sejumlah Rp20 juta. Selebihnya diambil oleh koperasi untuk deposito,” ungkap Cahya.

Dalam tiga bulan awal Cahya menerima bunga yang dijanjikan sebanyak 4 persen. Namun sejak setahun lalu dirinya tidak pernah menerima bunga hingga akhirnya koperasi tidak lagi beraktivitas dengan dalih pemilik utama Agung Jaya Wiratama meninggal dunia. “Korban lain juga mengalami hal yang sama. Ini semakin memperparah keadaan kami karena kami tidak menerima bunga deposito sementara pihak BPR Karunia Dewata mengancam akan menyita jaminan karena saya tidak lagi bisa membayar angsuran tiap bulan sebesar Rp6,5juta,” terang Cahya.

Sementara itu kuasa hukum para korban dari Big Law Firm Bali, Joko Tirtono, SH mengungkapkan kejadian ini merupakan kejadian yang menyita perhatian publik. Pihaknya berharap permasalahan koperasi bodong ini dapat segera ditindak lanjuti oleh Dinas Koperasi Propinsi Bali dan Polda Bali. “Kami sudah audiensi dengan Dinas Koperasi Propinsi Bali dan Polda Bali. Pada prinsipnya mereka akan mengawal perkara ini agar dapat memenuhi rasa keadilan bagi para korban,” terang Jack, sapaan akrab Joko Tirtono.

Leave a Reply